Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Satreskrim Polres Tanjungpinang masih mendalami dugaan penggelembungan harga (mark up) pengadaan barang dan jasa tahun 2018 di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali masih melakukan pengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) terhadap pihak-pihak terkait.

“Satu orang sudah diperiksa. Besok dua staf BP2RD Tanjungpinang diperiksa,” kata Ali di Mapolres Tanjungpinang, Senin (4/11).

Ali mengatakan, penyelidikan yang dilakukan terkait pengadaan barang berupa alat-alat dokumentasi seperti kamera dan drone.

“Diduga ada mark up, ini yang masih diselidiki,” ujarnya.

Ditanya terkait jumlah kerugian negara dalam dugaan mark up tersebut, Ali menyampaikan, penyelidikan yang dilakukan pihaknya belum masuk ke tahap penghitungan kerugian negara.

“Kerugian belum diketahui. Masih pengumpulan keterangan,” katanya.

Seperti diketahui, selain penyelidikan mark up di BP2RD Tanjungpinang, unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tanjungpinang juga tengah menyelidiki dugaan penggunaan SPJ dan dana publikasi di Sekretariat Dewan (Setwan) Tanjungpinang Tahun 2018. (odi)