Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Penyidik unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tanjungpinang, memeriksa Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang, Riany, Selasa (5/11). Pemeriksaan yang dilakukan terkait dugaan penggelembungan harga (mark up) pengadaan barang dan jasa senilai Rp100juta di BP2RD Tanjungpinang tahun anggaran 2018.

Riany menjelaskan, dalam pemeriksaan, pihaknya juga menyerahkan sejumlah data dan dokumen yang dibutuhkan penyidik terkait dugaan mark up di institusi yang dipimpinnya. “Saya lupa materi pemeriksaan dan berapa pertanyaan yang diajukan penyidik,” jelasnya usai pemeriksaan.

Terkait dugaan mark up tersebut, Riany enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Menurut Riany, pihaknya telah menyampaikan semua dokumen yang dibutuhkan polisi untuk mengungkap dugaan mark up.

“Nanti tanya sama penyidik saja,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, penyidik telah menerima data dan dokumen terkait pengadaan barang dan jasa di BP2RD Tanjungpinang.

“Kami periksa dulu dokumennya. Jika belum lengkap, akan dipanggil kembali,” katanya.

Ali menjelaskan, penyelidikan yang dilakukan terkait pengadaan barang barang seperti komputer, laptop, printer serta furniture kantor lainnya.

“Kami periksa apakah ada mark up dalam pengadaan tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya penyidik akan memanggil pihak pihak terkait seperti staf dan bendahara BP2RD, rekanan penyedia barang serta rekanan penerima kontrak kerja.

“Yang jelas penyelidikan masih berlanjut,” jelas Ali. (odi)