Penyampaian laporan dari Sekretaris DP3APM Kota Tanjungpinang, Lindawati selaku ketua panitia, Senin (4/11). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 90 peserta yang terdiri dari pemeritah, organisasi, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, majelis ta’lim, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), RT dan RW ikuti pelatihan pembinaan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kota Tanjungpinang.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang, Lindawati menyampaikan, menyadari masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  membentuk sebuah pergerakan PATBM.

“Nantinya mampu menelaah dan inisiatif untuk mencegah dan menangani masalah kekerasan terhadap anak di lingkungan terdekat,” kata Linda, Senin (4/11).

Dijelaskan Linda, angka kekerasan terhadap anak pada tahun 2015 sebanyak 46 anak,  tahun 2016 sebanyak 81 anak, tahun 2017 sebanyak 75 anak dan pada tahun 2018 sebanyak 80 orang dengan kasus terbanyak adalah  pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak serta juga ditemukan anak sebagai pelaku.

“Dalam penanganan kasus dari 18 kelurahan di Tanjungpinang, sembilan diantaranya sudah dibentuk PATBM,” ungkapnya. Sementara itu wali kota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan dalam pelaksanaan PATBM,  fasilitator dan aktivisnya merupakan ujung tombak di lapangan dalam menjangkau masyarakat pada semua lapisan dalam menyebarluaskan program itu agar nilai-nilai perlindungan anak mampu membudayakan dalam diri masyarakat.

Penyampaian laporan dari Sekretaris DP3APM Kota Tanjungpinang, Lindawati selaku ketua panitia, Senin (4/11). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Saat ini permasalahan anak semakin kompleks dan rumit tidak seprti dahulu hanya masalah keterlantaran, saat ini anak menjadi sasaran kepentingan bagi banyak kalangan untuk tujuan komersial yang dapat merugikan anak,” ungkapnya.

Melalui kebijakan PATBM, Syahrul mengatakan, hal itu mampu meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya memberikan perlindungan dalam bentuk pencegahan dan penanganan terpadu untuk menurunkan Anka kekerasan terhadap anak.

“Peserta yang mengikuti pelatihan dapat menjalankan misi PATBM dalam rangka mengobarkan semangat untuk melindungi dan menjaga keselamatan anak dari berbagai ancaman dan kekerasan,” tambahnya. (cr2)