Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Tety Syam. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menetapkan dua mantan pejabat Kepri yakni AM dan AT sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Dua tersangka diduga terlibat kasus korupsi penyalahgunaan wewenang pemberian izin usaha tambang di Kepri tahun 2018.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Tety Syam menjelaskan, dalam kasus tersebut, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kepri menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 30 miliar.

“Sudah ditetapkan dua tersangka,” jelas Tety di Kantor Kejati Kepri, Rabu (6/11).

Ditanya terkait proses pemeriksaan, modus, serta peran dua tersangka dalam kasus tersebut, Tety belum berkomentar banyak. Pihaknya segera memanggil dan memeriksa dua tersangka dalam waktu dekat.

“Nanti akan disampaikan lebih rinci saat pelimpahan Tahap II,” katanya.

Dari informasi yang diperoleh, saat proses penyidikan, penyidik diketahui telah memeriksa sejumlah pejabat di Kepri seperti mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, Amjon dan mantan Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kepri, Azman Taufik serta sejumlah saksi lainnya dari pengusaha tambang.

“Yang jelas sudah puluhan saksi yang sudah diperiksa,” kata Tety.

Sebelumnya diketahui, penyidikan terkait dugaan korupsi ini, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan dari Kepala Kejati Kepri nomor print-241/L.10/Fd.1/07/2019 tanggal 04 Juli 2019 yang ditandatangani Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri.

Dalam surat perintah yang ditujukan kepada Kepala ESDM Kepri, perihal bantuan pemanggilan saksi tersebut, penyidik memanggil 15 orang saksi untuk dimintai keterangan. (odi)