Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Edy Birton. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna menghentikan dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun anggaran 2007 hingga 2019 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna.

Kelapa Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Edy Burton menjelaskan, Kejari Natuna telah menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus korupsi SPPD fiktif di Bagian Umum Sektariat Daerah Natuna.

“Sudah dihentikan. Tidak ditemukan dua alat bukti,” tegas Edy di Kantor Kejati Kepri, Rabu (6/11).

Sebelumnya diketahui, penyidik Pidana Khusus (Pidsus)
Kejari Natuna memeriksa Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dan Kasubid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Natuna, Maryamah di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Juli 2019 lalu.

Penyidik juga mendatangi kediaman Maryamah di Perumahan Taman Harapan Indah, Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, guna mengambil surat dan dokumen penting berupa Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS), Akte Kelahiran dan Ijazah. (odi)