Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma pasang kartu tanda peserta kepada perwakilan tenaga kerja yang mengikuti uji sertifikasi, Rabu (6/11). F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang memberikan sertifikasi kepada puluhan tenaga kerja Tanjungpinang.

Uji sertifikasi dan pelatihan itu diberikan kepada tenaga kerja bidang Pariwisata, Kelistrikan, pelatihan pangkas rambut Pria, di Aula SMK Negeri 2 Tanjungpinang, Rabu (6/11).

Kepala Disnaker Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Hamalis mengatakan sertifikasi yang dilakukan tersebut bertujuan agar tenaga kerja di bidang pariwisata dan kelistrikan serta pangkas rambut yang belum memiliki sertifikasi dan uji kompetensi bisa memiliki sertifikasi keahlian yang legal.

“Sertifikasi ini untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja di bidang pariwisata dan kelistrikan serta untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Hamalis.

Disampaikan Hamalis, jumlah peserta sertifikasi tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 20 orang berasal dari pekerja industri perhotelan. Kemudian peserta sertifikasi bidang kelistrikan sebanyak 20 orang, yang berasal dari tenaga kerja asosiasi atau biro kelistrikkan, serta pelatihan pangkas rambut pria sebanuak 20 orang berasal dari beberapa kelurahan di Kota Tanjungpinang.

“Sertifikasi bidang pariwisata dan bidang kelistrikkan dilaksanakan selama enam hari, sedangkan untuk pelatihan pangkas rambut dilaksanakan selama 20 hari,”paparnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma foto bersama usai pasang kartu tanda peserta kepada perwakilan tenaga kerja yang mengikuti uji sertifikasi, Rabu (6/11). F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan tujuan dari sertifikasi  adalah agar tenaga kerja Kota Tanjungpinang bisa memiliki daya saing yang tinggi serta dapat mengurangi pengangguran.

“Ini sesuai visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang yang diimplementasikan melalui OPD khususnya di bidang tenaga kerja,”ujar Rahma.

Sertifikasi kompetensi, dikatakan Rahma merupakan suatu pengakuan keterampilan dan sikap kerja sesuai standar kompetensi kerja yang telah ditetapkan kepada tenaga kerja. Sehingga itu memastikan tegana kerja Tanjungpinang memiliki kredibilitas yang terjamin.

“Memastikan bahwa tenaga kerja tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” tutur Rahma.

Melalui pelatihan itu diharapkan semakin banyak kaum muda yang mampu mencapai potensi dalam hal mencapai peluang Ketenagakerjaan serta keahlian kewirausahaan yang dimiliki mampu berkontribusi bagi perkembangan ekonomi daerah dan tanah air.

“Gunakan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, agar hasil yang didapati selama kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing, dan dapat membuka lapangan pekerjaan dan berwirausaha,” tutup Rahma. (cr2)