Kepala Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Hongky Juanda foto bersama usai penyerahan hadiah kepada peserta yang aktif berpartisipasi acara sosialisasi keimigrasian dalam rangka pencegahan tindakan pidana perdagangan orang (TPPO), Rabu (6/11). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang memberikan sosialisasi Keimigrasian dalam rangka pencegahan tindakan pidana perdagangan orang (TPPO) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan (STAIN) Abdurahman.

Kepala Kantor Imigrasi kelas I Tanjungpinang, Hongky Juanda mengatakan, sosialisasi itu dilakukan dua kali dalam satu tahun, pada awalnya sasaran Imigrasi adalah aparat terkait dan kolega, namun ke depannya kepada para mahasiswa akan menjadi ujung tombak dari imigrasi lebih sering diberikan sosialisasi.

“Bagaimana para mahasiswa bisa mengetahui TPPO, lalu mengetahui tindakan yang kami dilakukan,” kata Hongky, Rabu (6/11).

Setelah mengetahui hal itu, dikatakan Hongky para mahasiswa nantinya saat turun ke masyarakat sudah mengetahui hal-hal yang harus dilakukan jika menemukan prilaku yang dicurigai TPPO.

“Kalau anak muda yang diberikan sosialisasi saat ini akan mengerti dan dapat dimanfaatkan untuk beberapa tahun ke depan, berbeda dengan sosialisasi kepada orang tua akan berakhir saat pensiun dari pekerjaanya,” ujarnya.

Disampaikan Hongky, sosialisasi TPPO yang dilakukan di STAIN Abdurahman itu merupakan kampus ke empat yang sudah mereka datangi, setelah Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan.

Hongky mengatakan, saat ada pertanyaan dari mahasiswa terkait pekerjaan luar negeri yang bekerja di Tanjungpinang, Hongky menyampaikan tidak perlu bingung dengan hal tersebut, sebab di Tanjungpinang jumlahnya hanya ratusan, sedangkan penduduk Indonesia yang berada di negara tetangga seperti Malaysia jumlahnya mencapai jutaan.

“Tidak ada masalah karena sudah melalui jalur resmi, namun yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan, ¬†serahkan kepada kami, kepada kepolisian, jika ada yang melanggar akan dihukum,” tuturnya.

Sementara itu, mahasiswa semester tiga, Rahmad yang mengikuti sosialisasi itu mengaku menjadi mengerti hal-hal yang ditangani imigrasi, tidak hanya sebatas mengeluarkan paspor saja, melainkan banyak hal lain seperti pengawasan TPPO ke luar negeri.

“Bisa mengetahui modus-modus oknum tertentu yang ingin melakukan TPPO,” ujarnya singkat. (cr2)