Komisioner Bawaslu Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi. F.Istimewa

PRO PINANG – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri, Indrawan Susilo memberikan peringatan dini kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pilkada serentak 2020 mendatang. Pria yang membidani Divisi Hukum tersebut mengatakan, salah satu catatan penting yang digaris bawahi oleh Bawaslu Kepri adalah mengenai penyebaran logistik. Karena pada Pemilihan Umum (Pemilu) lalu ditemukan sejumlah persoalan.

“Salah satu fokus kami adalah mengawasi penyaluran logistik surat suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Tindakan ini bercermin pada Pileg dan Pilpres April 2019 lalu yang terdapat sejumlah masalah terkait dengan penyediaan logistik,” ujar Indrawan belum lama ini.

Menurutnya, persoalan dominan terjadi di Kota Batam yang jumlah pemilihnya terbesar di Provinsi Kepri. Karena saat itu, terjadi kekurangan surat suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) ataupun kelebihan surat suara. Atas dasar itu, Bawaslu Kepri memberikan peringatan dini kepada KPU Kepri untuk segera berbenah. Sehingga persoalan yang sama, tidak terulang kembali pada Pilkada serentak, baik itu Pilgub Kepri maupun Pilwako dan Pilbub.

“Ini akan menjadi perhatian kita bersama, agar pada Pilkada nanti ketersediaan logistik surat suara dapat lebih baik. Sehingga persoalan yang sama tidak terulang kembali,” jelas Indrawan.

Masih kata Indrawan, penyaluran logistik surat suara pemilu di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Kepri menjadi fokus penting yang harus diperhatikan pada pelaksanaan pilkada Kepri 2020 mendatang.

Apalagi, mengingat kondisi Provinsi Kepri yang 96 persennya merupakan daerah lautan dan hanya 4 persen daratan menjadi persoalan utama penyaluran logistik khususnya kotak suara maupun surat suara. Ditegaskannya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai badan yang berwenang mendistribusikan logistik, berdasarkan data logistik yang dimiliki.

“Data logistik itu ada di KPU, sehingga kita selalu meminta agar data logitik itu dapat mengetahui informasi awal sebelum adanya persoalan. Sebagai lembaga pengawas, kami tentu berupaya untuk menjadikan setiap hajatan Pemilu berjalan secara jujur dan adil, serta transparan,” tutup Indrawan.

Sementara itu, Komisioner KPU Kepri, Arison yang menggawangi Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap hasil Pemilu lalu. Menurutnya, pihaknya juga sudah mendapatkan masukan-masukan strategis dari berbagai pihak. Masih kata Arison, pihaknya berupaya untuk meminimalisir persoalan yang terjadi pada Pelig dan Pilpres lalu tidak terjadi kembali. Mengenai logistik tentu akan dibahas secara mendalam.

“Semua tentu akan kami komunikasikan dan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Tentunya sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah ditentukan,” ujar Arison, Mantan Ketua KPU Kabupaten Bintan tersebut.(jpg)