Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengaku belum mendapatkan penjelasan dari Pemprov Kepri terkait rencana pembangunan di Simpang Ramayana, Tanjungpinang. Menyiasati hal itu, Syarul akan segera menemui Plt Gubernur Kepri, Isdianto sebelum tuntasnya pemabahasan APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2020. Menurutnya, pembangunan memang membutuhkan sinergi antara Pemprov Kepri dengan Pemko Tanjungpinang.

“Memang kemampuan kita sangat terbatas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Provinsi Kepri ini. Tentu kita sangat memerlukan dukungan dari Pemprov Kepri,” ujar Syahrul, Senin (11/11) lalu di Tanjungpinang.

Pria yang duduk sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tanjungpinang tersebut menjelaskan, Simpang Ramayana memang merupakan daerah yang dinilai rawan menjadi titik kecelakaan lalu lintas. Maka untuk meminimalisir resiko tersebut, saat ini dipasang barier, sehingga pengendara harus sedikit memutar di jalan menuju Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. Ditegaskan Syahrul, selain memprioritaskan kenyamanan bagi lalu lalang kenderaan, tentu pembangunan yang akan dilakukan harus memperhatikan estetika perkotaan.

“Nilai keindahan tentu harus menjadi pertimbangan. Makanya kita perlu mendapatkan penjelasan dari Pemprov, mengenai rencana pembangunan strategis seperti apa di Simpang Ramayana nantinya,” jelas Syahrul.

Terpisah, Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri terkait rencana pembangunan di Simpang Ramayana. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, pihaknya memang sudah mendapatkan informasi bahwa pada tahun 2018 Pemprov Kepri sudah menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“Kegiatan yang sudah ada DED, harus dilaksanakan pembangunannya. Karena apabila tidak dibangun, maka terkesan buang-buang anggaran untuk buat DED. Sementara kegiatan fisiknya tidak jadi dilaksanakan,” ujar Irwansyah, kemarin.

Belum lama ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto lebih memilih memperlebar jalan Simpang Ramayana, Tanjungpinang ketimbang membangun jalan layang (fly over). Meskipun Detail Engineering Design (DED) sudah tuntas dibuat Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri pada 2017 lalu. Menurut Isdianto, pekerjaan strategis tersebut akan digesa lewat APBD Provinsi Kepri 2020 mendatang.

“Saya pikir untuk tahap awal ini adalah memperlebar jalan rayanya saja. Jembatan yang ada di Simpang Ramayana akan kita ratakan menjadi jalan,” ujar Isdianto menjawab pertanyaan media si Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri tersebut menjelaskan, saat ini Dinas PUPP Provinsi Kepri sedang mengkaji untuk pelebaran jalan tersebut. Lebih lanjut katanya, kegiatan yang akan dilakukan nanti adalah mensinkronkan Jalan Basuki Rahmat ke Jalan HM. Sani atau jalan menuju Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. Ia yakin, dengan pembangunan itu nanti dapat menjawab persoalan kemacetan yang terjadi sekarang ini.

“Sekarang ini sedang dihitung kebutuhan pembangunan tersebut. Kedepan jika memang, membutuhkan jembatan layang dilokasi tersebut akan kita kaji kembali sesuai dengan tuntutan perkembangan daerah,” jelas Isdianto. (jpg)