Terdakwa Abdurrahim usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. F.Istimewa

PRO PINANG – Terdakwa kasus korupsi pembangunan lanjutan Pelabuhan Dompak, Abdurrahim Kasim Djou dituntut 9 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (14/11).

Terdakwa juga didenda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Dalam tuntutannya, JPU Destia menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindakan pidana korupsi. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut terdakwa 9 tahun 6 bulan penjara,” kata JPU.

Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 4,6 miliar. Jika uang penganti tidak dibayar, maka harta bendanya disita untuk membayar uang pengganti.

“Jika tidak memiliki harta benda maka diganti dengan penjara selama 4 tahun,” jelas Destia.

Atas tuntutan JPU, terdakwa mengajukan pembelaan (pledoi) dan meminta waktu kepada majelis hakim selama satu minggu untuk menyiapkan pembelaannya.

“Sidang ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi,” tutup Hakim Ketua, Corpioner.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama (Dirut) PT Karya Tunggal Mulya Abadi (KTMA) Abdurrahim, ditetapkan sebagai tersangka korupsi pembangunan lanjutan Pelabuhan Dompak Tanjungpinang.

Penetapan tersebut berdasarkan penyidikan dan barang bukti baru yang diperoleh penyidik. Dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Tanjungpinang, tersangka diduga turut serta dalam tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 5 miliar tersebut.

Hal yang sama juga disangkakan kepada dua tersangka sebelumnya, yakni mantan pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Pelabuhan Dompak, Hariyadi yang telah dihukum 6 tahun 6 bulan penjara dan Direktur Cabang PT KTMA, Berto Riawan yang telah dihukum 6 tahun penjara. (odi)