Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma hadiri acara Penyerahan penghargaan kepada 10 pengusaha yang berhasil mambuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online terbaik, Kamis (14/11). F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sosialisasikan kebijakan dan roadmap atau rencana strategi pemandu perencanaan penanaman modal di Tanjungpinang kepada pelaku usaha.

Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang, Muhammad Ikhsan menyampaikan terselenggaranya kegiatan temu bisnis dan kemitraan antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha, mulai dari level mikro, sampai dengan usaha skala menengah, juga sebagai ajang sosialisasi kebijakan-kebijakan serta rencana roadmap penanaman modal di Kota Tanjungpinang.

“Membahas isu strategis saat ini, terkait permasalahan mendasar yang menjadi penghambat kegiatan penanaman modal di Kota Tanjungpinang,” kata Ikhsan, Kamis (14/11).

Dikatakan Ikhsan, pada kesempatan itu bisa mengembangkan pola-pola kemitraan usaha, regional manajemen dan bisnis networking serta meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha dan mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Serta memberikan dorongan inovasi serta perluasan usaha dan konsistensi kegiatan usaha,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ikhsan menyampaikan mereka akan mencari solusi atas hambatan yang dihadapi pengusaha dalam melaksanakan dan meningkatkan aktivitas usahanya, meningkatkan jalinan komunikasi.

Penyerahan penghargaan kepada 10 pengusaha yang berhasil mambuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online terbaik, Kamis (14/11). F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos

“Juga memberikan informasi atau komitmen kepala daerah dalam mengimplementasikan salah satu misi ¬†Wali Kota Tanjungpinang periode,”tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyampaikan pertumbuhan ekonomi suatu daerah atau negara berkaitan dengan peningkatan pertumbuhan investasi.

“Hal ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang, yang dituangkan dalam misi kelima yaitu melanjutkan pembangunan yang adil dan merata, serta menciptakan iklim investasi dan usaha kondusif berwawasan lingkungan dan sistem pengupahan yang berkeadilan,”papar Rahma.

Iklim investasi tersebut, Rahma mengatakan merupakan kondisi multidimensi menjadi pertimbangan bagi para investor atau pelaku usaha untuk melakukan kegiatan usaha atau investasi di suatu daerah.

Kebijakan penguatan atau pemberdayaan UMKM dan koperasi harus terus dilakukan sebagai upaya dalam menguatkan dan menggeliatkan perekonomian di Kota Tanjungpinang.

“Dalam kegiatan ini juga mengakomodir dari hasil survei yang dilakukan oleh Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) dengan indeks penilaian interaksi pemerintah daerah dengan pelaku usaha pada ¬†kebijakan yang berorientasi untuk mendorong iklim investasi di daerah,” tambah Rahma. (cr2)