Empat pelaku perampok nasabah bank ditembak polisi, Senin (11/11). F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Sebelum beraksi, komplotan perampok nasabah bank yakni RS, MR, TG, dan WH, memantau calon korbannya terlebih dahulu selama satu minggu. Komplotan rampok jaringan Palembang tersebut, diketahui telah berada di Tanjungpinang selama dua bulan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, empat pelaku memantau langsung calon korbannya yang tengah mengambil uang di bank. Mengetahui korbannya mengambil uang dalam jumlah banyak, salah seorang pelaku langsung beraksi menggembosi ban mobil milik korban.

“Meraka (rampok, red) memantau selama seminggu,” jelas Kasat.

Pelaku, kata Ali, mengikuti korban. Mengetahui ban mobilnya gembos, korban lalu menghentikan laju kendaraannya lalu mengecek kondisi ban mobil. Melihat korbannya lengah, empat pelaku menggasak uang korban yang diletakkan di jok mobil lalu kabur.

“Motor yang digunakan motor sewaan,” katanya.

Saat penangkapan, lanjut Ali, pihaknya mengamankan uang sebesar Rp 155 juta hasil rampok. Saat ini pihaknya tengah menelusuri sisa uang rampok sebesar Rp 50 juta. Selain itu, pihaknya juga mengamankan dua unit sepeda motor dan kunci T untuk menggembosi ban mobil korban.

“Kami juga menemukan pisau yang diduga untuk menakuti korbannya,” ujarnya.

Kasus ini masih proses pengembangan. Empat pelaku masih menjalani pemeriksaan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Hasil lengkap penyelidikan akan kami sampaikan nanti,” pungkas Ali.

Sebelumnya diketahui, Satreskrim Polres Tanjungpinang membekuk komplotan perampok nasabah bank di kawasan Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya Batu 16, Bintan, Senin (11/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Empat pelaku dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Sebelum tertangkap, komplotan tersebut beraksi di kawasan Jalan DI Panjaitan Batu 7 Tanjungpinang. (odi)