Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Tanjungpinang yakni Yudi dan Dody memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Rabu (20/11). Keduanya diperiksa terkait dugaan penggelapan pajak di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang.

Setelah hampir tiga jam diperiksa, Yudi yang menjabat Kepala Bidang (Kabid) Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanjungpinang ini mengaku, dicecar 29 pertanyaan terkait dugaan penggelapan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mengarah kepada dirinya.

“Saya sudah serahkan semuanya ke penyidik. Intinya saya kooperatif. Saya serahkan semuanya kepada Allah saja,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah mengatakan keterangan dua ASN sangat dibutuhkan dalam penyelidikan.

“Ada 29 pertanyaan seputar pengetahuan yang bersangkutan terkait masalah ini,” jelasnya.

Penyidik Kejari Tanjungpinang secepatnya akan menyelesaikan proses pemeriksaan, sehingga dapat ditarik kesimpulan terkait hasil penyelidikan dugaan tersebut.

“Pekan depan akan gelar perkara untuk menarik kesimpulan, apakah dugaan ini ditingkatkan ke penyidikan pidana khusus atau tidak,” kata Rizky.

Sebelumnya, Kejari Tanjungpinang menerbitkan Surat Perintah (Sprint) pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terkait dugaan penggelapan pajak BPHTB senilai Rp 1,3 miliar yang diduga digelapkan oleh oknum ASN inisial Y dan D selama satu tahun. (odi)