Komplotan rampok nasabah bank digiring petugas di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (22/11). F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Saat beraksi, Komplotan perampok nasabah bank yakni Rusdi, Marsut, Teguh dan Wahyuni yang berprofesi sebagai nelayan ini, tidak segan-segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan. Saat beraksi, empat perampok jaringan Palembang tersebut, mempersejatai diri dengan senjata tajam untuk menakuti korbannya.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal menjelaskan, empat pelaku telah merencanakan perampokan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sebelum beraksi di Tanjungpinang, empat pelaku berhasil menggasak uang Rp 100juta milik nasabah bank di Batam.

“Masih kami selidiki apakah ada jaringan rampok lainnya yang terlibat,” jelas Iqbal di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (22/11).

Sebelum beraksi, kata Iqbal, empat pelaku terlebih dahulu memantau calon korbannya di sejumlah bank di Tanjungpinang. Masing masing pelaku mempunyai peran tersendiri. Satu pelaku memantau di dalam bank, satu pelaku berada diparkiran bank untuk menggembosi ban mobil korban menggunakan kunci T, sementara dua pelaku lainnya bertugas mengikuti dan merampok uang nasabah.

“Selama dua minggu mereka (rampok, red), memantau calon korban yang mengambil uang dalam jumlah banyak,” kata Kapolres.

Dalam perampokan tersebut, lanjut Iqbal, empat pelaku berhasil menggasak uang milik salah satu perusahaan sebesar Rp225 juta. Uang tersebut diketahui untuk membayar gaji karyawan perusahaan.

“Uang sudah dibagi rata. Saat penangkapan petugas hanya mengamankan uang sebesar Rp155 juta. Sisa Rp70 juta masih dicari karena tercecer saat penangkapan berlangsung,” paparnya.

Atas aksinya, empat pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Sebelumnya diketahui, Satreskrim Polres Tanjungpinang membekuk komplotan perampok nasabah bank di kawasan hutan Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya Batu 16, Bintan, Senin (11/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Empat pelaku dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Sebelum tertangkap, komplotan tersebut beraksi di kawasan Jalan DI Panjaitan Batu 7 Tanjungpinang setelah mengikuti korbannya dari salah satu bank di kawasan Batu 9 Tanjungpinang. (odi)