Dokter dan petugas RSUD Raja Ahmad Tabib saat dialog interaktif di RRI Tanjungpinang, belum lama ini. F.Humas RSUD RAT untuk Batam Pos

PRO PINANG – Sempena hari kesehatan nasional setiap 12 dan 14 November, yang diperingati sebagai hari diabetes sedunia atau world diabetes day (WDD).

RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) menggelar kegiatan berupa edukasi internal dan edukasi eksternal dalam bentuk dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang, yang mengusung judul “Cegah Diabetes dengan Diet”.

Sasarannya adalah masyarakat umum khususnya penderita diabetes beserta keluarga. Edukasi ini disesuaikan dengan tema hari diabetes sedunia yaitu “Keluarga dan Diabetes”.

Menjadi narasumber Dr Dwinita Vivianti, Sp PD (dokter spesialis penyakit dalam) dan Muhammad Kamaluddin, S Gz (nutrisionist) bekerjasama dengan Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), Selasa (19/11).

Dokter spesialis syaraf RSUD RAT, Dr Helda Juliana Siahaan Sp S mengatakan diabetes melitus (DM) atau yang biasa dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula, dibedakan menjadi dua yakni diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Pada tipe 1 dapat terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak memproduksi insulin.

“Akibatnya, penderita diabetes tipe 1 memerlukan tambahan insulin dari luar,” kata Helda.

Selanjutnya diabetes melitus tipe 2, terjadi ketika sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana mestinya.

Risiko penyakit ini meningkat diusia 45 tahun ke atas dan memiliki anggota keluarga penderita diabetes.

“Selain gen, diabetes tipe 2 juga dapat dipicu oleh kondisi dan pola hidup pasien,” ujarnya.

Dikatakan Helda, pada orang normal, karbohidrat berupa makanan ketika dikonsumsi akan diubah menjadi glukosa dalam saluran pencernaan. Gangguan metabolisme karbohidrat menyebabkan tubuh kekurangan energi, itu sebabnya penderita penyakit gula darah umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar.

“Gejala umum penderita kencing manis yaitu, banyak kencing terutama di malam hari, banyak minum, gampang haus, banyak makan, merasa lapar terus, mudah lelah, dan sering ngantuk,” ungkapnya.

Cara mengatasi pengidap diabetes kata Helda, harus mengatur pola makan dengan memperhatikan 3J yaitu jadwal makan, jumlah yang dimakan, dan jenis makanan yang dikonsumsi.

“Bagi pengidap diabetes ada 6 kali jadwal makan. 3 kali makan besar dan 3 kali selingan. Sangat disarankan pasien makan tepat waktu. Harus dalam porsi kecil, tapi sering,” jelasnya.

“Hindari makanan yang mempunyai kadar glikemik tinggi, seperti beras putih, tepung putih, gula, madu, dan sirup.

Lebih baik pilih sumber makanan yang punya kandungan serat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran,” imbaunya. (cca)