Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Penyelidikan lanjutan kasus korupsi pelabuhan Dompak terus bergulir. Sejauh ini, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tanjungpinang telah memeriksa puluhan saksi. Namun hingga saat ini, penyidik belum menetapkan tersangka baru yang terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 5 miliar tersebut.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menjelaskan, dalam penyelidikan, penyidik berusaha mengungkap peran dan tanggung jawab perorangan yang terlibat dalam pembangunan lanjutan pelabuhan Dompak.

“Siapa yang terlibat, tergantung hasil pemeriksaan,” jelasnya.

Selain itu, kata Ali, pihaknya masih melacak keberadaan sejumlah nama yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Salah satunya Direktur PT Ramadhan yakni Ikhsan.

“Sebelum akhir tahun, kemungkinan ada progresnya (tersangka baru, red),” janjinya.

Sebelumnya diketahui, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni mantan pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pelabuhan Dompak Hariyadi yang divonis 6,6 tahun penjara.

Direktur Cabang PT KTMA, Berto Riawan yang divonis 6 tahun penjara. Selain itu, Direktur Utama (Dirut) PT Karya Tunggal Mulya Abadi (KTMA), Abdurrohim dituntut 9,6 tahun penjara oleh jaksa di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Tiga tersangka dijerat pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (odi)