Sales Manager PT Pertamina (Persero) Kepri, Fajar Wasis Satrio. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sempat beredar isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Tanjungpinang yang disebabkan sengaja peralihan ke BBM jenis pertalite, hal itu dibantah oleh Sales Manager PT Pertamina (Persero) Kepri, Fajar Wasis Satrio yang menjelaskan kelangkaan premiun tersebut diakibatkan penyalurannya yang melebihi kuota.

“Kita sesuaikan penyalurannya jangan sampai pada akhir tahun habis, tidak ada pengalihan,” kata Fajar, Rabu (27/11).

Dijelaskan Fajar, pertalite merupakan produk subtitusi dari premium sehingga ketika kuota premium habis, ada pertalite sebagai pilihan selanjutnya dengan begitu masyarakat tidak panik.

“Kalau untuk premium habis pertalite tidak ada mau pakai apa kita,” ujarnya.

Masyarakat mengisi pertalite di SPBU Baru 10, belum lama ini. F. Peri Irawan / Batam Pos

Selanjutnya Fajar menyebutkan per tanggal 31 Oktober 2019, penggunaan premium di Tanjungpinang berdasarkan kuotanya sudah melebih 17 persen.

“Sesuai data yang ada sudah over 17 persen, namun secara rinci tidak tahu, harus buka data dulu, “ucapnya.

Dia menjelaskan, kuota setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang disalurkan setiap harinya mulai dari 8.000 liter bahkan 16.000 liter, tapi ada pengecekan terlebih dahulu.

“Rata-rata 8 ton per harinya untuk masing-masing SPBU di Tanjungpinang,” tambahnya. (cr2)