Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Joko Hartoyo menyampaikan materi sosialisasi pada masyarakat Bukit Bestari, Rabu (27/11). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tanjungpinang sosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 tahun 2019 tentang perubahan perpres nomor 82 tahun 2019 tentang jaminan kesehatan kepada masyarakat kecamatan Bukit Bestari.

Sosialisasi diberikan kepada perwakilan kelurahan yang ada dikecamatan seperti ketua RT dan RW serta perwakilan forum lain yang ada ditingkat kelurahan.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Tanjungpinang,Joko Hartoyo mengatakan sosialisai Perpres itu penting dilakukan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat alasan kenaikan, besaran kenaikan serta kapan akan mulai diberlakukannya.

“Tujuannya agar masyarakat itu paham dan nantinya dapat menyampaikan informasi ini kepada masyarat sekitar tempat tinggalnya,” kata Joko, di Aula Pertemuan Kantor Camat Bukit Bestari, Selasa (27/11).

Dijelaskan Joko, iuran tersebut bagi masyarakat yang kurang mampu nantinya akan masuk pada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), dengan sumber dana berasal dari APBD pemerintah daerah.

“Peserta penerima bantuan itu didaftarkan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Kemudian Joko menyampaikan kenaikan iuran itu mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2020 mendatang untuk kelas III yang semula membayar Rp 25.500 naik menjadi Rp 42 ribu, untuk kelas II yang saat ini Rp 51 ribu naik menjadi Rp 110 ribu dan kelas III saat ini Rp 80 ribu meningkat 100 persen menjadi Rp 160 ribu.

“Dengan kenaikan itu kita berharap masyarakat bisa memahami setelah pemaparan alasan kenaikannya,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk pembayaran iuran nantinya akan ada petugas BPJS kesehatan yang disebut kader JKN yang akan mengingatkan masyarakat untuk membayar dan perlu diketahui kader itu adalah mitra BPJS Kesehatan bukan petugas Dept Collector.

“Tugas mereka hanya mengingat masyarakat agar taat membayar pada waktu yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.

Camat Bukit Bestari, Faisal Fahlevi mengatakan sosialisasi itu perlu diketahui dan sampaikan pada seluruh masyarakat di Tanjungpinang bahkan Indonesia.

“Kita jangan hanya memikirkan besaran yang dibayarkan tapi mempertimbangkan dampat dari BPJS Kesehatan ini saat kita sakit akan sangat membantu,”ucapnya singkat.

Sementara itu Ketua RT 4 RW 4 Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Supra mengatakan dengan kenaikan iuran itu banyak dari warganya yang keberatan, namun tidak bisa berbuat banyak hanya bisa mengikuti peraturan saja.

“Kita hanya bisa mengikuti saja tidak bisa menolak,” katanya.

Dia mengatakan banyak warganya yang turun kelas akibat kenaikan iuran itu terlebih warga yang punya lima atau enam tanggungan akan merasa kesulitan untuk membayar, karena ada tagihan lain yang juga harus dibayar.

“Saya pribadi peserta mandiri hanya tiga orang tanggungan, sementara tetangga saya ada yang enam orang itu bagaimana, “ucapnya.

Ia berharap ada solusi yang diberikan pemerintah untuk agar dapat memberi keringanan kepada masyarakat, terutama peserta mandiri. (cr2)