Empat kurir sabu jaringan internasional diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (29/11). F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Satnarkoba Polres Tanjungpinang menyita 25 kilogram sabu milik bandar narkoba asal Malaysia, Selasa (12/11) lalu. Barang haram tersebut ditemukan di mobil Avanza warna putih yang telah dimodifikasi dan akan dibawa ke Jambi.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal menjelaskan, kasus ini terungkap setelah pihaknya mencurigai mobil B 1132 WKE lalu membuntutinya hingga ke kawasan Batu 5 Tanjungpinang. Petugas lalu melakukan penggeledahan dan menemukan puluhan paket sabu seberat 25 kilogram di bagian belakang mobil yang telah dimodifikasi.

“Supir mobil mengaku akan membawa mobil berisi sabu tersebut ke Jambi,” jelas Iqbal di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (29/11).

Supir bernama Ade tersebut, kata Iqbal, mengaku dihubungi dan hanya diperintahkan oleh seorang yang diduga bandar sabu asal Malaysia untuk mengantar mobil ke Jambi.

“Supir tidak mengetahui isi mobil, dia hanya disuruh mengantar mobil,” ujarnya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan ikut mengantar mobil tersebut ke Jambi. Tiba di Jambi, polisi langsung membekuk dua kurir sabu yang akan bersiap membawa mobil yakni Wagiran dan Panji Prabowo di parkiran Hotel Sang Ratu, Jambi, Selasa (26/11). Dari hasil pengembangan lanjutan, polisi kemudian membekuk dua kurir lainnya yakni Fendi dan Arta Fanyukni di Kuala Tungkal Ulu, Jambi.

Barang bukti sabu 25 kilogram. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

“Empat pelaku mengaku diperintahkan oleh seseorang bandar yang berada di Lapas Jambi untuk membawa mobil berisi sabu,” papar Kapolres.

Puluhan kilogram sabu, lanjut Iqbal, rencananya akan diedarkan di kota Jambi dan kota Pekanbaru, Riau. Pihaknya juga telah mengantongi identitas pemilik mobil serta bandar sabu yang tengah meringkuk di penjara.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas Jambi,” katanya.

Atas perbuatannya, empat kurir sabu dijerat pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup dan 20 tahun penjara.

“Empat tersangka ditahan untuk pengembangan lebih lanjut,” tutup Iqbal. (odi)