Kadinkes Dalduk KB Tanjungpinang, Rustam saat mendatangi stand BPJS Kesehatan di halaman RSUD Tanjungpinang, Minggu (1/12). F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Sempena peringatan hari diabetes sedunia, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam mengajak masyarakat untuk meningkatkan perhatian pada penyakit diabetes di tengah-tengah masyarakat.

“Kita tahu dalam waktu 10 tahun terakhir terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap prevalensi penyakit tidak menular khususnya diabetes, hipertensi dan penyakit lainnya,” kata Rustam, Minggu (1/12).

Dengan adanya peringatan hari diabetes sedunia itu, Rustam berharap masyarakat Tanjungpinang makin menyadari dan meningkatkan prilaku hidup sehat, salah satunya dengan cara aktivitas fisik seperti olahraga.

“Olahraga secara teratur sekurang-kurangnya 30 menit sehari,” ujarnya.

Selanjutnya diabetes juga dapat dicegah dengan cara diet seimbang, kurangi konsumsi makanan mengandung gula, garam dan lemak, istirahat yang cukup kendalikan stress.

“Serta senantiasa melakukan pemeriksaaan kesehatan secara teratur dan berkala,” tambahnya.

Dijelaskan Rustam, penderita diabetes di Tanjungpinang sendiri tidak ada batasan umur tertentu, ada yang masih anak-anak, muda dan juga masyarakat sudah tua terkena diabetes.

Senam bersama pada peringatan hari diabetes sedunia di halaman RSUD Tanjungpinang, Minggu (1/12). F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Namun untuk usia diatas 30 atau 40 tahun harus sangat waspada dengan penyakit ini,” ujarnya.

Selain itu, kata Rustam penyakit diabetes itu jangan sampai ditunggu, artinya lebih baik dicegah sejak berusia remaja, harus dikontrol karena pola makan yang tidak memenuhi konsumsi makanan yang baik, sesuai anjuran kesehatan.

“Contohnya saja dalam satu hari kita kadang konsumsi minuman manis sampai tiga kali padahal idealnya satu gelas sehari dan konsumsi sayur dan buah malah kurang,” paparnya.

Rustam juga berharap pada layanan BPJS Kesehatan, karena ke depannya karena komplikasi hipertensi, diabetes semakin besar, para penderitaan tersebut dapat dikelola dan dilayani dengan baik, seperti yang sudah terkena diabetes dan sudah melakukan kontrol tidak kembali terulang dan ditekan kadar gulanya.

“Itu dibebankan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik bagaimana mereka melakukan edukasi dan pemeriksaan serta latihan fisik pada penderita yang menjadi tanggungjawabnya kemudian bisa terkontrol dengan baik,” harapnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik, BPJS Cabang Tanjungpinang, Agusrianto mengatakan sempena peringatan hari diabetes sedunia itu tentu pihaknya bersama Dinkes akan bersinergi bersama dalam mencegah dengan menekan jumlah  penyakit penderita diabetes, supaya tidak bertambah lagi.

“Akan dijaga dan dikelola, bagaimana peserta JKN-KIS ini tidak terkena diabetes dengan cara mengajarkan pola hidup sehat,” ujar Agus singkat.¬†(cr2)