Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fitri. F.Dokumen pribadi untuk Batam Pos.

PRO PINANG – Memasuki musim angin utara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengimbau kepada para nelayan untuk tetap waspada saat mencari ikan di laut.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fitri mengatakan, karena kondisi cuaca saat ini sudah memasuki angin musim utara di wilayah perairan laut Kepri kepada masyarakat yang beraktivitas di laut seperti kepal penyeberangan dan nelayan harap berhati-hati.

“Harap memperhatian cuaca saat akan beraktivitas di laut, “kata Khalid pada Batam Pos, Minggu (1/12).

Dijelaskan Khalid, dua perairan laut berada di Kepri yang sangat berdampak sekali pada musim angin utara seperti perairan laut Natuna dan Anambas karena letak kedua kebupaten itu berada di wilayah utara Indonesia.

Khadil menjelaskan, kondisi gelombang pada dua perairan laut tersebut sudah mencapai ketinggian 0,5 – 3,5 meter, tinggi gelombang pada dua perairan laut tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan lima peraian laut di wilayah Kepri, seperti perairan laut, Bintan Batam, Karimun, Tanjungpinang dan Lingga.

“Tinggi gelombang perairan laut pada lima kabupaten kota tersebut, hanya 0,2- 1,3 meter, dan itu terbilang normal,”ujar Khalid.

Meski demikian, Khalid mengimbau kepada masyarakat pengguna transportasi laut dan para nelayan, untuk tetap waspada serta berhati-hati saat berada di laut terlebih saat ada awan kumulonimbus terbilang cukup berbahaya.

Awan kumulonimbus itu berwarna hitam berpotensi turun air hujan lebat yang diserta angin kencang dan petir di laut yang berpotensi mengubah gelombang menjadi tinggi di perairan laut.

“Sedangkan kecepatan angin saat ini kisaran 5-20 (Km) per jam,” ucapnya. (cr2)