Empat kurir sabu jaringan Internasional diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (29/11). F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Dari hasil penyelidikan Satnarkoba Polres Tanjungpinang terungkap, sindikat kurir narkoba jaringan internasional yang tertangkap di Jambi, telah melakukan penyelundupan puluhan kilogram (kg) sabu dari Malaysia ke Jambi melalui Tanjungpinang sebanyak dua kali.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal mengatakan, sebelum tertangkap, empat kurir sabu diketahui telah dua kali memasok sabu seberat 25 hingga 30 kg dari Malaysia ke Tanjungpinang melalui jalur laut. Sabu kemudian disembunyikan di mobil yang telah dimodifikasi lalu diantar ke Jambi dan Pekan baru juga melalui jalur laut.

“Mereka (kurir sabu, red) sudah dua kali memasok sabu. Untuk yang ketiga kalinya mereka tertangkap,” jelas Kapolres, Sabtu (30/11).

Empat kurir sabu yakni Wagiran, Panji Prabowo, Fendi dan Arta Fanyukni yang berprofesi sebagai pekerja kebun sawit di Jambi ini mengaku, saat memasok sabu mendapatkan upah sebesar Rp 10 juta per orang sekali jalan, lalu ditambah satu kilogram sabu untuk digunakan bersama-sama.

Barang bukti sabu 25 kilogram. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

“Kebutuhan ekonomi jadi alasan mereka nekat jadi kurir sabu,” ungkap Iqbal.

Atas perbuatannya, empat kurir sabu ini dijerat pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup dan 20 tahun penjara.

“Empat tersangka akan diproses hukum lebih lanjut,” kata Iqbal.

Sebelumnya diketahui, Satnarkoba Polres Tanjungpinang menyita 25 kg sabu milik bandar narkoba asal Malaysia, Selasa (12/11) lalu. Barang haram tersebut ditemukan di mobil Avanza B 1132 WKE warna putih yang telah dimodifikasi dan akan dibawa ke Jambi. Setelah melakukan penyelidikan, polisi kemudian membekuk dua kurir sabu yakni Wagiran dan Panji Prabowo di parkiran Hotel Sang Ratu, Jambi, Selasa (26/11). Dari hasil pengembangan lanjutan, polisi kemudian membekuk dua kurir lainnya yakni Fendi dan Arta Fanyukni di Kuala Tungkal Ulu, Jambi. (odi)