Plt Gubernur Kepri, H Isdianto. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan penyerapan dan perealisasian Anggaran Tahun 2019 mencapai 90 persen hingga akhir tahun. Menurut Isdianto, berdasarkan laporan dalam rapat rutin bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ligkungan Pemprov Kepri, realiasi sampai November ini masih pada angka 70 persen.

“Saya optimis akhir tahun bisa mencapai 90 persen. Meskipun perealisasian anggaran 2019 hingga saat baru mencapai 70 persen namun menjelang akhir tahun akan mencapai target tersebut,” ujar Isdianto, pertengahan pekan lalu di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Menyikapi target tersebut, ia meminta setiap OPD bertanggungjawab dengan baik dalam penggunaan anggaran dan penyerapan kegiatan. Diakuinya, meskipun ada beberapa kegiatan strategis yang terkena rasionalisasi, karena persoalan teknis. Namun kegiatan yang berjalan sekarang ini menunjukan tren yang positif. Apalagi untuk pelaksanaan kegiatan TA 2019 ini, masih ada waktu. Bahkan pekerjaan fisik di lapangan juga sedang digesa oleh masing-masing kontraktor.

“Kita terus mengesa agar seluruh program pembangunan dapat berjalan sesuai targetnya, sampai saat ini semuanya terus kita Gesa. Hal ini agar pembangunan di Provinsi Kepri dapat tercipta sehingga mampu menunjang perekonomian masyarakat,” tegas Plt Gubernur.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Provinsi Kepri, Aries Fariandi mengatakan, realiasi kegiatan fisik milik Pemprov Kepri periode triwulan III 2019 (Januari-September) mencapai mencapai 66,29 persen. Menurutnya, target sampai berakhirnya Tahun Anggaran (TA) 2019 atau triwulan IV (Januari-Desember) ini adalah diatas 90 persen tentunya. “Kita optimis untuk mengejar target optimal pada triwulan IV yang sedang berjalan sekarang ini. Meskipun tidak 100 persen, tetapi diatas 90 persen,” ujar Aries Fariandi.

Lebih lanjut katanya, ada beberapa faktor tentunya yang mempengaruhi realisasi kegiatan fisik. Selain memang target penyelesaian  kegiatan khususnya kegiatan fisik yang ditargetkan pada triwulan IV juga terkait masalah teknis di lapangan bisa menyebabkan tertundanya kegiatan atau mengalami gagal lelang. Ditegaskan Aries, dalam setiap rapat evaluasi, Plt Gubernur terus mengingatkan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memegang kegiatan fisik untuk menggesa progres di lapangan.

“Karena memang sampai triwulan III ini, masih ada sejumlah kegiatan strategis di beberapa OPD yang masih berproses lelang. Tentu persoalan ini, mempengaruhi realisasi pelaksanaan anggaran tahun 2019 ini,” jelas Aries.

Disebutkannya juga, berdasarkan hasil rekapitulasi aplikasi Sistem Informasi Pengendalian Pembangunan (SIPP) Pemprov Kepri, secara keseluruhan kegiatan yang didanai melalui APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2019 untuk realisasi keuangan mencapai 57,02 persen. Karena memang realiasi fisik harus lebih besar dibandingkan dengan keuangan. “Pada triwulan IV ini, kita mengharapkan progres yang optimal dari masing-masing OPD. Baik itu serapan fisik maupun keuangan,” tutup Aries Fariandi.

Seperti diketahui dalam Pengantar Nota Keuangan R-APBD Tahun Anggaran 2020 yang berasal dari komponen sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2019 sebesar Rp75 miliar. Angka tersebut sudah ditetapkan masuk dalam struktur APBD Kepri 2020 yang sudah disahkan pada Jumat (29/11) lalu. Sedangkan belanja daerah yang dalam APBD Kepri TA 2019, yakni belanja anggaran tidak langsung Rp1.541.500.483.956. Sedangkan belanja langsung diplot diangka Rp.2.053.271.258.664 sehingga total belanja daerah Provinsi Kepri TA 2019 Rp3.594.771.742.621. (jpg)