Terdakwa Indra digiring petugas di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (2/12). F.Istimewa

PRO PINANG – Terdakwa kurir Sabu Indra alias In, dituntut pidana hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (2/12).

Dalam tuntutannya, JPU Romano menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah. Terdakwa terbukti sebagai pemilik, kurir dan pengedar sabu. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 2 Undang undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Atas perbuatannya, penuntut umum menuntut terdakwa dengan pidana mati,” kata JPU.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya mengajukan pembelaan tertulis (pledoi) kepada majelis hakim pada sidang selanjutnya.

“Menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi,” tutup hakim ketua Edwart Sihaloho.

Usai persidangan, Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, Haryo Nugroho menjelaskan, pertimbangan JPU terkait tuntutan maksimal adalah banyaknya barang bukti dalam perkara tersebut.

“Terdakwa mengakui perannya,” kata Haryo singkat.

Sebelumnya diketahui, terdakwa Indra ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di kediamannya Desa Dendun Kecamatan Mantang, Bintan pada 1 Juni 2019 lalu. Saat penangkapan, polisi juga mengamankan barang bukti sabu seberat 54 kilogram yang disembunyikan terdakwa di Pulau Alang Bakau, Kecamatan Mantang, Bintan.

Terdakwa mengaku, membawa sabu dari Malaysia atas perintah Jum yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Terdakwa yang diupah Rp 20 juta ini mengaku, membawa sabu yang dibungkus kemasan teh cina menggunakan kapal dari Malaysia menuju pulau Alang Bakau. (odi)