Kepala Kantor BPS Kepri, Zulkipli. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Menjelang akhir tahun 2019, Kepri mengalami deflasi sebesar 0,03 persen yang dipengaruhi oleh turunnya harga tiket pesawat.

Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Zulkipli mengatakan perkembangan indeks harga konsumen (IHK) Kepri pada bulan November 2019 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Angka tersebut jauh di bawah deflasi nasional yang saat ini 0,14 persen.

“Terjadinya Deflasi disebabkan dua kota di Kepri yaitu Batam mengalami deflasi 0,01 persen dan Tanjungpinang deflasi 0,17 persen,” kata Zulkipli di kantor BPS Kepri, Senin (2/12).

Dijelaskan Zulkipli, komoditas yang mempengaruhi terjadinya deflasi di Kepri bulan November 2019 pada dua kota tersebut secara umum karena penurunan harga tiket pesawat yang sangat mendorong terjadinya deflasi.

“Ini juga terjadi pada 82 kota lain secara nasional,” ujarnya.

Selain harga tiket pesawat, definisi itu juga dipicu penurunan harga komoditas cabai seperti cabai merah, cabai hijau dan cabai rawit yang cukup signifikan sehingga mendorong terjadinya Deflasi.

“Faktor lain yang mempengaruhi adalah penurunan harga emas, dimana sebelumnya dari bulan Januari hingga September terjadi kenaikan harga emas,” katanya.

Penurunan harga emas di bulan November itu menjadi titik balik bahwa pada bulan Oktober sudah mencapai titik puncak.

“Selain terjadinya deflasi, beberapa komoditas penting seperti bawang merah dan beberapa jenis sayuran tetap mengalami inflasi. Ini tentu menjadi perhatian pemerintah di bulan Desember ini,” kata Zulkipli. (cr2)