Kepala Kantor BPS Kepri, Zulkipli. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Pemprov Kepri melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri terancam gagal untuk memenuhi ekspektasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada tahun 2019 ini. Pasalnya Kemenpar menargetkan empat juta wisman datang berkunjung ke Provinsi Kepri di tahun ini. Namun pada priode Januari-Oktober 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat kunjungan wisman masih pada angka 2.348.534 atau 58.72 persen.

Dinas Pariwisata mempunyai target secara nasional dan skala daerah. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri 2016-2021, target kunjungan wisman yang harus dicapai pada tahun ini adalah sebanyak 2,5 juta kunjungan dari berbagai pintu masuk nasional yang ada di Provinsi Kepri. Adapun persentase secara lokal, kunjungan wisman sudah mencapai pada angka 93,94 persen. Periode November dan Desember yang sedang berjalan sangat terbuka peluang untuk memenuhi target tersebut.

“Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri selama bulan Oktober 2019 tercatat sebanyak 227.823 kunjungan atau mengalami penurunan 1,70 persen dibanding kunjungan wisman selama September 2019 yang mencapai 231.753 kunjungan,” ujar Kepala BPS Provinsi Kepri, Zulkipli, kemarin.

Dijelaskannya, apabila secara kumulatif Januari-Oktober 2019, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri mencapai 2.348.534 kunjungan, atau naik 12,12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Karena pada tahun sebelumnya, BPS Provinsi Kepri mencatat dalam priode Januari-Oktober 2018, sebanyak 2.095.221. Sedangkan perbandingan tingkat kunjungan pada bulan yang sama jumlah kunjungan wisman ke Kepri naik sebesar 10,69 persen.

Menurut Zulkipli, penurunan jumlah kunjungan wisman selama bulan Oktober 2019 dari bulan sebelumnya disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisman dari tiga pintu masuk utama yang ada di Provinsi Kepri, yaitu Kabupaten Bintan turun 5,11 persen, Kota Tanjungpinang turun 3,14 persen, dan Kota Batam turun 0,62 persen. Adapun kunjungan wisman terbanyak pada bulan Januari hingga Oktober 2019 menurut pintu masuk yaitu di Kota Batam sebanyak 1.590.458 kunjungan (67,72 persen), diikuti oleh Kabupaten Bintan sebesar 523.157 kunjungan (22,28 persen), Kota Tanjungpinang sebesar 141.820 kunjungan (6,04 persen), dan Kabupaten Karimun sebanyak 93.099 kunjungan (3,96 persen).

“Sektor pariwisata memang diharapkan menjadi pendongkrak ekonomi daerah. Tentunya perlu adanya peningkatan pelayanan dan sarana pariwisata. Sehingga menjadi stimulus bagi wisman untuk terus datang berkunjung ke Provinsi Kepri,” tutup Zulkipli.

Belum lama ini, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar mengatakan tahun 2019 mendatang, Pemprov Kepri mendapatkan tugas yang sangat berat dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Pasalnya harus mendatangkan 4 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri. Menurutnya, Kemenpar sudah menaikan target ke Provinsi Kepri sebanyak 20 persen dari target nasional sebanyak 20 juta wisman.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, Kemenpar sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut. Masih kata Buralimar, pihaknya akan berupaya mendukung kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Kemenpar. Lebih lanjut katanya, untuk mencapai target nasional, minimal setiap bulan wisman datang ke Provinsi Kepri sebanyak 334.000.

“Meskipun dinilai kurang realistis dan berat, tetapi kita tetap berupaya untuk mengejar target tersebut. Namun untuk target RPJMD kita optimis tercapai sampai akhir tahun nanti,” ujar Buralimar. (jpg)