Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Polres Tanjungpinang tengah berkoordinasi dengan Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia dan Polis Di Raja Malaysia (PDRM). Upaya tersebut bertujuan untuk mengungkap sindikat narkoba internasional yang aktif menyelundupkan puluhan kilogram sabu melalui Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini guna menyelidiki sindikat ataupun jaringan yang mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

“Pihak Konsulat, PDRM dan Dirjen Pas sudah kami surati untuk kepentingan penyelidikan kasus narkoba,” kata Iqbal, Minggu (8/12).

Kapolres menerangkan, dari hasil penyelidikan Satnarkoba Polres Tanjungpinang terungkap, sindikat kurir narkoba internasional yang tertangkap di Jambi yakni Wagiran, Panji Prabowo, Fendi dan Arta Fanyukni, telah melakukan penyelundupan puluhan kilogram sabu dari Malaysia ke Jambi melalui Tanjungpinang sebanyak tiga kali.

“Mereka (kurir sabu, red) sudah dua kali memasok sabu. Untuk yang ketiga kalinya mereka tertangkap,” kata Iqbal.

Sebelumnya diketahui, Satnarkoba Polres Tanjungpinang menyita 25 kg sabu milik bandar narkoba asal Malaysia, Selasa (12/11) lalu. Barang haram tersebut ditemukan di mobil Avanza B 1132 WKE warna putih yang telah dimodifikasi dan akan dibawa ke Jambi.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi kemudian membekuk dua kurir sabu yakni Wagiran dan Panji Prabowo di parkiran Hotel Sang Ratu, Jambi, Selasa (26/11). Dari hasil pengembangan lanjutan, polisi kemudian membekuk dua kurir lainnya yakni Fendi dan Arta Fanyukni di Kuala Tungkal Ulu, Jambi. (odi)