Kepala Kantor BPS Kepri, Zulkipli. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Zulkipli mengatakan saat ini tahapan sensus penduduk 2020 sudah memasuki tahap konsolidasi atau memperkuat perencanaan bersama pihak Pemprov, Pemko, dan Pemkab yang ada di Kepri.

Diharapkan dukungan dari semua pihak tersebut dapat membantu berjalannya sensus tersebut dengan baik dan lancar.

“Sampai saat ini Plt Gubernur, Sekda, sudah sangat mendukung, kita sudah dapatkan komitmen dari pihak tersebut dalam membantu penyelenggaraan sensus ini,” kata Zulkipli, Senin (9/12).

Diketahui bahwa sensus 2020 itu adalah dasar untuk membuat data kependudukan, sehingga kedepannya tidak ada lagi permasalahan data penduduk yang bersumber dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan data yang bersumber dari BPS.

“Kedepannya ini tidak ada lagi masalah, hanya satu data nantinya,” ujarnya.

Dalam sensus penduduk, kata Zulkipli BPS akan menggunakan data Disdukcapil sebagai data base, sehingga saat mengisi nomor identitas kependudukan (NIK) dalam website sensusbps.go.id tersebut maka data masyarakat yang ada pada Disdukcapil akan muncul.

“Kita sangat mengharapkan sekali seluruh masyarakat Kepri, bisa bersama-sama ikut dalam sensus penduduk online sampai tanggal 31 Maret 2020 nanti,” katanya.

Pada tahap pertama akan dilakukan sensus online yang akan dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2020, namun bagi masyarakat yang tidak berkesempatan mengikuti sensus online tersebut, maka petugas BPS akan datang pada bulan Juli 2020.

“Jadi pada bulan Juli mohon kepada siapapun yang didatangi petugas BPS harap diterima dengan baik karena akan membantu dalam mencatata data masyarakat Kepri dan Indonesia menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Kemudian bagi masyarakat yang tidak mengerti sensus online tersebut akan didatangi petugas pada bulan Juli 2020.

“Petugas kami akan datang ke RT menanyakan penduduk yang terdaftar disuatu RT, melalui data yang diperoleh dari Disdukcapil,” ucapnya.

Selanjutnya dalam pendataan nantinya akan disesuaikan antara alamat KPT dengan alamat tinggal saat ini, jika warga tersebut terdata di Tanjungpinang namun alamatnya di Batam, maka petugas BPS yang di Batam harus menemukan orang tersebut pada alamatnya di Batam.

“Akan disesuaikan orang dengan alamatnya”tambanya. (cr2)