Petugas memperlihatkan satwa liar yang akan diselundupkan melalui Bandara RHF Tanjungpinang. F.Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang menggagalkan penyelundupan satwa liar di Bandara Raja Haji Fisabilillah (THF) Tanjungpinang, Selasa (10/12) lalu. Modus yang digunakan penyeludup, dengan memasukkan satwa liar berupa dua ekor biawak kedalam wadah plastik, lalu dikemas kardus.

Medik Veteriner Karantina Bandara RHF, drh Harnengsih menjelaskan, awalnya dua ekor satwa liar akan dikirim ke Pekanbaru melalui jasa pengiriman, namun saat pemeriksaan mesin X-ray bandara, petugas mendeteksi adanya hewan berupa biawak.

Pada kasus sebelumnya, kata Harnengsih, modus yang digunakan pelaku adalah memberi keterangan aksesoris atau makanan pada kemasan, namun kali ini kemasan tanpa keterangan.

“Diduga ini adalah salah satu bentuk perdagangan komoditas pertanian secara online yang ilegal,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Harnengsih, telah berusaha menghubungi pemilik melalui nomor ponsel yang tertera pada kemasan, namun pemilik tidak berhasil dihubungi. Selanjutnya, dua ekor biawak tersebut diamankan guna melalui masa karantina.

“Selanjutnya akan kami serahkan ke instansi yang berwenang,” ujarnya.

Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang terus berusaha persuasif untuk mensosialisasikan perkarantinaan di berbagai komunitas satwa dan ekspedisi. Sosialisasi terkait kesehatan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi yang pengawasannya telah melekat dalam tupoksi pejabat Karantina.

“Menjaga kelestarian sumber daya alam adalah tanggung jawab kita semua, ayo lapor ke Karantina untuk setiap lalu lintas komoditas pertanian,” imbaunya. (odi)