Kepala BP2RD Kota Tanjungpinnag, Riany. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Tanjungpinang akan melakukan penyesuaian atau menaikkan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2020.

Kepala BP2RD Kota Tanjungpinnag, Riany mengatakan untuk penyesuaian itu dilakukan pertemuan bersama Camat, Lurah, RT dan RW untuk diberikan pemahaman dan pembekalan yang nantinya disampaikan kepada masyarakat alasan dilakukan penyesuaian NJOP itu.

“Karena pada tahun 2013 penyerahan pratama dari APBDP II kota Tanjungpinang salah satu di Kepri yang belum melakukan penyesuaian NJOP,”kata Riany.

Riany mengaku, NJOP itu berpengaruh pada Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau harga jual pasar yang akan disesuaikan dengan NJOP sehingga antara notaris satu dan yang lainnya tidak ada perbedaan harga.

“Bagi masyarakat yang melakukan jual beli di notaris manapun maka standarnya sama,” ujarnya.

Kemudian untuk kenaikan sendiri tergantung pada kepala daerah, dan akan dibuat formulasinya serta melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tanjungpinang terkait zona nilai tanah, dan Institute Sepuluh November (ITS) yang akan melakukan sensus.

“Kita yakin di Tanjungpinang banyak warga yang belum melapor terkait perubahan data pada bangunan masing-masing yang belum lapor, yang awalnya satu tingkat sekarang sudah dua tingkat,”paparnya.

Dijelaskan Riany, NJOP itu terggantung daerah masing-masing, setiap kecamatan di Tanjungpinang juga berbeda, wilayah batu sembilan dengan wilayah pasar juga berbeda nilainya.

“Nanti akan disesuaikan dengan potensi suatu wilayah,” tuturnya.

Riany menjelaskan seperti di wilayah batu sembilan, kecamatan Tanjungpinang Timur, saat masih seperti hutan dibanding sekarang harga ruko pasti sudah jauh berbeda.

Dia mengatakan, dengan penyesuaian itu pasti berpengaruh terhadap nilai jual beli, dan penyesuaian harus dilakukan karena memang tidak sesuai dengan kondisi seperti sekarang.

“Kenaikan itu rencananya tahun 2020. Desember ini sudah kita siapkan,” ucapnya.

Besaran kenaikan tergantung dari formulasi yang disusun, apakah yang dinaikkan ruko terlebih dahulu, tergantung pembahasan dengan kepala daerah. (cr2)