Abdurrahim usai jalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (12/12). F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Terdakwa kasus korupsi pembangunan lanjutan pelabuhan Dompak, Abdurrahim Kasim Djou dihukum 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (12/12). Terdakwa juga didenda Rp200juta subsider 3 bulan penjara.

Dalam amar putusannya, hakim ketua Corpioner menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindakan pidana korupsi. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut terdakwa 8 tahun penjara,” kata hakim.

Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp4,4 miliar. Jika uang penganti tidak dibayar, maka harta bendanya disita untuk membayar uang pengganti.

“Jika tidak memiliki harta benda maka diganti dengan penjara selama 4 tahun,” kata Corpioner.

Menanggapi putusan yang telah dibacakan, terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir pikir atas putusan majelis hakim.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama (Dirut) PT Karya Tunggal Mulya Abadi (KTMA) Abdurrahim, ditetapkan sebagai tersangka korupsi pembangunan lanjutan pelabuhan Dompak Tanjungpinang.

Penetapan tersebut berdasarkan penyidikan dan barang bukti baru yang diperoleh penyidik. Dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Tanjungpinang, tersangka diduga turut serta dalam tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 5 miliar tersebut.

Hal yang sama juga disangkakan kepada dua tersangka sebelumnya, yakni mantan pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pelabuhan Dompak, Hariyadi yang telah dihukum 6 tahun 6 bulan penjara dan Direktur Cabang PT KTMA, Berto Riawan yang telah dihukum 6 tahun penjara. (odi)