Kadisdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Hingga akhir tahun 2019 sebanyak 8.300 Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih mengantre untuk dicetak karena keterbatasan blangko.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, Irianto mengatakan saat ini untuk pelayanan KTP hilang, rusak, rubah alamat dan ganti status serta KTP untuk pemula tahun 2018 yang belum datang ke Disdukcapil untuk mencetak KTP saat ini sedang antre untuk dicetak sebanyak 8.300.

“Untuk yang empat kategori tadi (hilang, rusak, ganti alamat, ganti status) totalnya lebih kurang 8.300,” kata Irianto, Rabu (18/12).

Dijelaskan Irianto, data 8.300 tersebut sejak bulan Juni 2019, sebab pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak April 2019 lalu semua masyarakat Tanjungpinang yang berumur 17 tahun sudah memiliki KTP.

“Pada Pilpres itu sudah kita cetak semua, sementara saat ini yang empat kategori itu kita kasih surat keterangan,” ujarnya.

Setiap bulan, kata Irianto pihaknya hanya mendapat 500 blangko per bulan, dan saat ini blangko itu diberikan untuk KTP pemula.

“Pada saat ini terlebih sudah mulai libur sekolah pemula bisa datang 30 orang setiap hari,”ucapnya.

Saat ini di Tanjungpinang kepemilikan KTP elektronik sudah mencapai 98 persen, sudah cukup banyak. Semoga pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2020 bisa mancapai 99 persen lebih.

“Dari 154 ribu wajib KTP, kita sudah melakukan perekaman 153 ribu lebih, sisanya 1.000 warga,”paparnya. (cr2)