Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang segera memeriksa sejumlah saksi kunci terkait dugaan kasus korupsi pajak (BPHTB) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang.

Kepala Kejari Tanjungpinang, Ahelya Abustam melalui Kasi Intel Rizky Rahmatullah menjelaskan, pemeriksaan saksi kunci tersebut akan digelar dalam waktu dekat. Pemeriksaan saksi kunci dapat mempertajam penyidikan dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Saksi kunci dalam kasus ini sangat banyak. Salah seorangnya akan dipanggil pekan depan,” kata Rizky, Kamis (9/1).

Sejauh ini, penyidik pidana khusus (pidsus) masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua saksi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), satu saksi dari Bank Tabungan Negara (BTN), dan dua saksi dari BP2RD Tanjungpinang. Selain itu, kata Rizky, pihaknya juga memeriksa sejumlah dokumen yang diperoleh dari saksi-saksi.

“Pemeriksaan lima saksi masih berlangsung,” ungkapnya.

Sebelumnya memeriksa lima saksi, penyidik telah memeriksa tiga saksi yakni Kepala BP2RD Tanjungpinang Riany, Kabid Penetapan Pajak BP2RD Tina Darma Surya, dan mantan Kabid Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) BP2RD Tanjungpinang periode 2013 2015 Rianto.

Sebelumnya diketahui, proses penyelidikan dugaan korupsi pajak senilai Rp 1,2 miliar di BP2RD Tanjungpinang tahun 2018 – 2019 menemui titik terang. Dari hasil gelar perkara dan pemeriksaan pihak-pihak terkait, Kejari Tanjungpinang menemukan adanya kerugian negara dan meningkatkan status penyelidikan umum menjadi penyidikan pidsus. (odi)