Apeng sedang menyusun durian yang baru saja diturunkan dari mobil, Senin (13/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Memasuki musim durian di Pulau Bintan, khusus Kota Tanjungpinang akan terlihat berjejer pedagang durian di Jalan Bakar Batu, Kelurahan Kamboja.

Lokasi itu cukup dekat sekitar 2 Kilometer (Km) dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang yang bisa diakses oleh wisatawan lokal maupun mancanegara saat liburan.

Jenis durian yang dijual para pedagang di lokasi tersebut juga bervasiasi dan dibeli sesuai selera pembelinya.

Salah seorang pedagang durian di Jalan Bakar Batu, tepatnya depan Kantor Kelurahan Kamboja, Apeng, 37, mengatakan saat ini ia menjual sekitar 10 jenis durian, seperti durian burung emas, durian musang king, duria D17, durian eskrim, durian kuning susu, durian tembaga, durian gesek kampung, durian bintan, durian bintan landak.

“Kita sediakan berbagai jenis durian dengan harga yang bervariasi,” kata Apeng, Senin (13/1) saat menyusun durian yang baru saja diturunkan dari mobil.

Disela kesibukan Apeng menyusun durian yang baru saja diturunkan dari mobil yang mengantar ke tempatnya berjualan, Ia menceritakan yang menjadi favorit di tempat ia berjualan juga banyak, tergantung kesukaan dari pembeli, untuk harga yang cukup mahal seperti durian musang king dijual Rp 220 ribu per Kg dengan aromanya yang wangi dan bijinya menjadi durian primadona dengan harga yang mahal.

“Duriannya juga terbatas makanya harganya tinggi,” katanya.

Selain itu, Apeng menjelaskan durian burung emas yang kerap diminati para pegawai atau orang kantoran untuk disajikan kepada tamunya dengan isi yang tebal dan bijinya yang kempes sehingga juga disukai, durian itu dijual dengan harga Rp 100 ribu per kg.

“Sedangkan durian D17 dijual lebih murah Rp 80 ribu per Kg,” kata Apeng saat diwawancarai.

Sedangkan untuk durian jenis lainnya dijual dengan harga berdasarkan ukuran seperti durian bintan Rp 50 per buah, Rp 40 ribu per buah, Rp 100 per tiga buah, Rp 30 ribu per buah, Rp 20 ribu per buah, juga ada Rp 50 per tiga buah.

“Untuk durian lainnya dijual dengan harga bervarias per kilonya,” paparnya.

Apeng menyebutkan, di tempat ia berjualan saat ini juga menyediakan pulut yang biasa dimakan bersama durian dengan harga terjangkau oleh kantong masyarakat, jika makan di tempatnya dijual Rp 10 ribu per bungkus, jika dibawa pulang Rp 25 ribu per dua bungkus dan jika beli satu bungkus dijual Rp 15 ribu.

“Kami buka ini selama 24 jam tidak ada tutup, ada orang jaga malam,” sebutnya.

Durian yang dijual Apeng saat ini didatangkan dari berbagai termpat seperti Gunung Bintan, Gesek, Kawal, Batu Licin, namun yang paling banyak sekitar 60 persen didatangkan dari Bintan.

“Durian bagus, masak baru jatuuh,” ucapnya.

Apeng berjualan sudah lebih satu bulan, ia mengatakan saat ini durian yang beredar masih sedikit dan diperkirakan akan banjir saat bulan puasa sekitr bulan April dan Mei 2020, periode pertama saat ini mereka bisa berjualan hingga bulan  Maret pada musim pertama tersebut.

“Dalam setahun biasanya dua kali musim,” tambahnya.

Meski demikian, durian yang ia jual lebih banyak dibeli oleh masyarakat Tanjungpinang, dan juga para wisatawan mancanegara yang datang dari Malaysia dan Singapura.

Sementara itu, Erlan, 32, sengaja datang ke Jalan Bakar Batu, tempat Apeng berjualan untuk membeli durian yang akan dimakan bersama anggotanya di Kantor.

“Sengaja datang ke sini karena banyal pilihan jenis durian,” katanya.

Erlan mengaku setiap musim durian selalu datang ke Jalan Bakar Batu jika akan membeli durian.

“Kami selalu beli disini, karena lokasinya juga dekat dari kantor,” tuturnya. (cr2)