Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Mappeati. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Mappeati mengatakan, jika memang Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri berkeinginan kuat untuk mengelola pengoperasian Pelabuhan Dompak, dan Tanjungmoco, disarankan segera mengajukan permohonan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Karena memang kedua infrastruktur strategis tersebut diharapkan beroperasi pada tahun ini.

“Salah satu syarat yang bisa mengelola pelabuhan adalah BUP. Artinya Pemprov Kepri melalui BUP punya kapasitas untuk mengelolanya. Namun tetap harus didukung dengan syarat-syarat administrasi lainnya,” ujar Mappeati, kemarin di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Ditegaskannya, berdasarkan hasil rapat pekan lalu yang digelar oleh Kemenhub, pihaknya ditargetkan untuk mengoperasikan satu diantara dua pelabuhan tersebut. Apakah Pelabuhan Dompak atau Tanjungmoco. Meskipun demikian, jika memang proses perbaikan Pelabuhan Dompak berlangsung cepat, tidak menutup kemungkinan keduanya akan dimanfaatkan. Ia juga berharap, rencana ini mendapatkan dukungan dari Pemprov Kepri.

“Untuk kepentingan pengawasan pelayaranan, tentu kami membutuhkan lahan disekitar Pelabuhan Dompak untuk pembangunan KSOP. Karena kedepan memang harus dilengkapi dengan Kantor Kepolisian Kawasan Pelabuhan, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, untuk perbaikan Pelabuhan Dompak, Tim Independen dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah turun melakukan penelitian. Berdasarkan masukan dari tim tersebut, Kemenhub sudah melakukan review Detail Engineering Design (DED). “Kita sudah rancang tahap awal, Pelabuhan Dompak akan melayani pelayaran Domestik. Kedepan dipersiapan untuk pelayaran internasional juga,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, penyelesaian pembangunan dan perbaikan kerusakan di Pelabuhan Dompak tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan kerja. Ia optimis, Pelabuhan Dompak yang merupakan infrastruktur strategis tersebut akan memberikan efek pertumbuhan ekonomi daerah. Pihaknya saat ini, juga menunggu terbitnya Surat Izin Operasional dari Kemenhub. “Kami terus berupaya untuk menyelamatkan aset negara yang terbengkalai karena adanya proses hukum. Maka dari itu, supaya infrastruktur yang ada bisa memberikan manfaat bagi daerah, tentu pengoperasian harus disegerakan,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kepelabuhanan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Aziz Kasim Djou mengatakan Pemprov Kepri menawarkan Kerjasama Pemanfaatan (KSP) terkait pengelolaan Pelabuhan Dompak, dan Pelabuhan Bongkar Muat, Tanjungmoco. Karena kedua infrastruktur strategis tersebut ditarget untuk difungsikan pada 2020 ini.  “Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah memberikan atensi bagi percepatan pengoperasian Pelabuhan Dompak, dan Pelabuhan Tanjungmoco. Maka kita menyatakan siap untuk melakukan pengelolaan,” ujar Aziz Kasim Djou, kemarin di Tanjungpinang.

Pria yang baru ditunjuk sebagai salah satu Komisaris di Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pembangunan Kepri tersebut menjelaskan, menyambut keinginan pihak kementerian, pihaknya menawarkan program KSP terkait pengelolaan dua pelabuhan tersebut. Adapun yang akan mengelola adalah PT Pelabuhan Kepri. Menurutnya, PT Pelabuhan Kepri sudah mengajukan permohonan izin ke Kemenhub. Ia berharap beberapa waktu kedepan, sudah ada kepastian yang didapat.

“Kita akan bersinergi tentunya dengan Kemenhub. Sehingga upaya pengoperasian kedua pelabuhan ini dapat terlaksana pada tahun ini. Kehadiran kedua pelabuhan ini adalah upaya Pemprov Kepri untuk mempercepat pembangunan Dompak,” jelas Aziz.(jpg)