Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. F.Istimewa

PRO PINANG – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat batal menggelar sidang lanjutan perkara Gubernur Kepri Nonaktif, Nurdin Basirun, Rabu (15/1). Pasalnya, Mantan Bupati Karimun dua priode tersebut sedang kurang sehat, sehingga sidang ditunda pekan depan.

“Pak Nurdin sedang sakit, ada luka pada lambung dan vertigo. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu untuk mengikuti sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi,” ujar Andi Muhammad Asrun, Kuasa Hukum Nurdin Basirun, kemarin.

Menurutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rencananya pada sidang hari ini (kemarin,red) akan menghadirkan enam orang saksi. Yakni dari unsur pengusaha dan pejabat di lingkungan Pemprov Kepri. Namun karena sidang batal digelar, saksi terkait sudah langsung pulang.

“Mereka yang batal bersaksi hari ini (kemarin,red) tentu akan hadir kembali pada sidang yang dijadwalkan akan digelar 22 Januari 2020 nanti,” jelas pria yang merupakan Akademisi Universitas Pakuan, Bogor tersebut.

Melihat kondisi kliennya yang sedang sakit tersebut, ia mengharapkan doa masyarakat Kepri semoga selalu diberikan kesehatan. Sehingga proses hukumnya segera berlalu. “Disela-sela menjalani proses hukum, Pak Gubernur juga masih sempat memikir tentang kondisi Natuna yang sedang panas,” tutup Andi Asrun.

Pada sidang pekan lalu, Nurdin Basirun mengatakan, Open House Adalah hari raya bersama, pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) dan minuman kaleng adalah usahanya untuk membahagian masyarakat yang kurang mampu. Kemudian mengenai program salat subuh keling, disebutkannya sudah dilakukan sejak sejak dirinya masih menjadi bupati. Menurutnya, melalui hal itu, ia bisa mengetahui kondisi masyarakat.

“Alhamdulillah kepala OPD pengertian untuk turut serta. Sehingga bisa bersama-sama turun dan membantu apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Gubernur Nurdin. (jpg)