Terlihat para pejalan santai melewati jalur jogging yang ada dijembatan Dompak, Kamis (16/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG -Berolahraga secara rutin tentu dianjurkan untuk kesehatan tubuh, salah satu olahraga yang dapat dilakukan adalah jogging atau lari, jogging bisa dilakukan di berbagai tempat yang menyediakan jogging track atau jalur untuk lari ataupun di lingkungan sekitar rumah.

Saat ini di Tanjungpinang sudah banyak tempat yang bisa digunakan masyarakat untuk jogging setiap sore seperti jalan raya tepi laut, jogging track yang terletak di Jembatan Dompak, jalan Haji Muhammad Sani hingga bundaran Tugu Provinsi Kepri, jalan sekitar Vhiara Avalokitervara Graha, di Batu 14, serta Lapangan Pamedan yang terletak di Jalan Ahmad Yani.

Pantauan Batam Pos, saat ini yang ramai digunakan masyarakat untuk jogging ataupun untuk jalan santai pada sore hari adalah jogging track yang terletak di sisi kiri dan kanan jembatan dompak, selain ada jalur khusus dengan pagar besinya, menjadi daya tariknya adalah pemandangan laut dan suasana lari di atas laut menjadikan jalur itu ramai digunakan pada sore hari menjelang magrib.

Tidak hanya itu, tepat sebelum jembatan juga tersedia tempat untuk peregangan otot atau pemasanasan sebelum dan setelah jogging, serta tersedia tempat duduk dibuat permanen, dan bagi pelari yang membawa kendaraan roda dua dan roda empat juga tersedia tempat parkiran yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Salah seorang pelari, Okta, 33, yang tergabung dalam Komunitas Runner Tanjungpinang mengaku jika jogging di Jembatan Dompak itu setiap hari Minggu dengan rombongan komunitasnya.

Terlihat para pejalan santai melewati jalur jogging yang ada dijembatan Dompak, Kamis (16/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Kami (Komunitas) suka kumpul dulu, pemanasan sebelum lari di tempat sebelum jembatan yang ada tempat duduknya itu,”kata Okta, Kamis (16/1).

Jika ingin jogging lebih jauh, kata Okta ia bersama komunitasnya lari melewati stadion lapangan bola yang terdapak di dompak melewati gedung DPRD Kepri, bahkan hingga 20 Kilometer (Km) melewati kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

“Kemudian putar balik arah Kantor Dinas Kebudayaan Kepri hingga persimpangan menuju Tanjung Siambang dan kembali lagi ke Jembatan Dompak,” sebutnya.

Okta menuturkan di jalur jogging itu terdapat tangga turun dari jalur atas ke jalur bawah disamping jembatan sehingga menyulitkan pelari karena harus turun dan naik tangga yang membuat pelari terganggu saat lari.

“Bagi pelari itu nggak nyaman, karena ada tangganya,” tutur Okta.

Terlihat para pejalan santai melewati jalur jogging yang ada dijembatan Dompak, Kamis (16/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

Selain tangga lantai jalur jogging tersebut juga kasar dan tidak nyaman untuk pelari, namun untuk pejalan kaki santai itu tidak masalah.

“Kami lebih memilih lari di median jalan, karena lebih nyaman untuk berlari, tidak ada tangga dan permukaan jalan lebih bagus, kendaraan juga tidak terlalu ramai saat hari libur,” ucapnya.

Meski demikian harus tetap waspada saat lari di median jalan karena kendaraan yang lewat.

Menurut Okta ramainya para pelari di Jembatan Dompak dikarenakan pemandangan laut yang bagus saat sore hari, tidak hanya itu selain pejalan santai , pinggiran jembatan dompak itu kerap digunakan para pemancing untuk memancing ikan saat sore.

“Menurut saya kekurangan jogging track itu saja karena ada tangga dan permukaan yang tidak halus, tidak nyaman untuk pelari,”tegasnya.

Meski demikian bagi pelari pemula bisa memanfaatkan jalur itu untuk olagraga lari dan menikmati pemandangan di atas laut.

Terlihat para pejalan santai melewati jalur jogging yang ada dijembatan Dompak, Kamis (16/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

Berbeda dengan Afdirizal, 35, yang juga tergabung pada salah satu komunitas pelari di Tanjungpinang mengaku lebih memilih lari dalam jalur yang sudah disediakan itu karena ia merasa lebih aman.

“Kalau dalam jalur ini lebih aman, kendaraan ramai, banyak yang sepeda motor yang ngebutan juga,” katanya.

Walaupun kondisi jalan yang kasar dan terdapat tangga pada jalur itu tidak menjadi masalah, karena saat menaiki dan turun tangga itu ia bisa jeda sejenak.

“Bagi saya itu tidak masalah, karena bisa santai sejenak,” tambahnya.

Selain itu keberadaan para pemancing pada jalur jogging itu juga tidak menjadi kendala bagi dia saat berolahraga.

“Kita bisa minta izin saat lewat depan pemancing itu,” tambahnya. (cr2)