Plt Gubernur Kepri, H Isdianto. F.Diskominfo Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan Pemprov Kepri akan merancang Pelabuhan Penyebarangan di Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang. Menurut Isdianto infrastruktur tersebut adalah dermaga khusus untuk penyeberangan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat.

“Pelabuhan Penyeberangan di area G12 itu nanti sebagai dermaga khusus rute Tanjungpinang-Pulau Penyengat. Nanti di kawasan itu akan kita reklamasi sedikit,” ujar Isdianto menjawab pertanyaan media belum lama ini di Tanjungpinang.

Menyiasati rencana tersebut, Pemprov Kepri juga akan berupaya meminta bantuan kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diperuntukkan membawa wisatawan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat. Dijelaskannya, dengan kapal itu, diharapan wisatawan khususnya dari luar negeri akan merasa nyaman ketika berkunjung ke Pulau Penyengat.

“Pulau Penyengat adalah aset berharga Provinsi Kepri. Dan menjadi salah satu destinasi wisata religi, tentu harus ada peningkatan pelayanan yang kita berikan,” jelas Isdianto.

Masih kata Isdianto, lewat APBD Kepri TA 2020 ini, Pemprov Kepri juga akan melakukan penataan dan pembenahan kawasan situs sejarah Pulau Penyengat. Adapun alokasi anggaran yang sudah dipersiapkan sebesar Rp 4 miliar APBD 2020. Disebutkannya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana di Pulau Penyengat.

Lebih lanjut katanya, penataan Pulau Penyengat pada 2020 menjadi salah satu prioritas pemerintah Provinsi Kepri. Hal itu mengingat Pulau Penyengat sudah ditetapkan sebagai Pulau Perdamaian dunia pada tahun lalu. “Tentu saja ini membanggakan. Salah satu pulau bersejarah di Kepri mendapat pengakuan dunia. Maka, perlu ada pembenahan disana dan itu akan kita gesa tahun ini,” jelasnya lagi.

Mantan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri tersebut menambahkan, anggaran Rp 4 miliar tersebut nantinya akan dipergunakan untuk melakukan pemugaran jalan di Pulau Penyengat guna mempermudah akses menuju pulau awal mula Bahasa Indonesia itu.

“Pembangunan yang akan kita lakukan nanti adalah untuk meningkatkan fasilitas dibidang infrastruktur. Sehingga masyarakat nyaman, wisatawan juga merasa senang,” tutup Isdianto.

Belum lama ini, Ketua Lembaga Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Abdul Razak tetap menuntut Pemprov Kepri menuntaskan pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM). Menurutnya kehadiran monumen itu nanti, menjadi simbol bahwa bahasa pemersatu bangsa, Bahasa Indonesia lahir di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

“Persoalan hukum biarkan terus berjalan. Namun yang perlu menjadi catatan MBM Penyengat harus dituntaskan,” ujar Abdul Razak,

Mantan Legislator Kabupaten Kepri tersebut menegaskan, mengenai persoalan ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Dikatakannya, Plt Gubernur berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, meskipun harus dilakukan redesign. Lebih lanjut katanya, pelaksanaan pembangunan tergantung pada kondisi anggaran daerah.

“Sekarang ini, keuangan Pemprov sedang terfokus pada proyek Gurindam 12. Sehingga besar kemungkin MBM Penyengat akan dilanjutkan setelah mega proyek tersebut selesai,” jelas Abdul Razak. (jpg)