Andi Muhammad Asrun, Pengacara Nurdin Basirun. F.Istimewa

PRO PINANG – Andi Muhammad Asrun, Pengacara Gubernur Kepri Nonaktif mengatakan, karena menderita tukah dan vertigo, Nurdin Basirun dibantarkan sepekan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat .Namun sekarang sudah kembali ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Hari ini (kemarin,red) Nurdin Basirun kembali ke Rutan KPK di Gedung Merah Putih. Setelah dirawat di RS Abdi Waluyo sejak 11 Januari karena serangan Vertigo dan Maag,” ujar Andi Muhammad Asrun dalam siaran persnya, kemarin.

Mantan Pengacara Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, Nurdin awanya dibawa ke RSCM oleh petugas Rutan KPK pada Jumat pagi (10/1) karena sakit. Lantaran kamar perawatan penuh di RSCM, Mantan Bupati Karimun itu dirujuk ke RS Abdi Waluyo di bilangan Jakarta Pusat. Ditegaskannya, melaui siaran pers ini, pihaknya membantah adanya pemberitaan yang menyebutkan Nurdin Basirun mengalami stroke.

Ditegaskannya, Itu tidak benar, Jaksa KPK pun memberi saran agar Nurdin dibantarkan dari penahanan KPK. Pada hari Senin (13/1), Tim Hukum Nurdin mengajukan Permohonan Pembantaran dan majelis hakim yang diketuai Ketua PN Jakarta Pusat Dr. Yanto mengabulkan permohonan tersebut untuk pembantaran Nurdin terhitung dari tanggal 11 sampai 17 Januari 2020.

Menurutnya, selama perawatan di RS Abdi Waluyo, Nurdin ditangani oleh Tim Dokter yang dipimpin oleh Dr Sutrisno dokter senior di RS Abdi Waluyo. Nurdin mendapatkan tindakan medis mulai MRI sampai pemeriksaan laboratorium lengkap. Untuk memulihkan kesehatannya, Tim Dokter memberikan Nurdin obat-obatan dan infus di tangan. Atas kesungguhan Tim Medis kesehatan Nurdin berangsur pulih dan dibolehkan kembali ke Rutan KPK walaupun Gubernur Kepri non-aktif masih merasakan pusing vertigo.

“Namun demikian, Nurdin memberi isyarat bisa mengikuti sidang hari Rabu depan (22/1) dengan agenda keterangan saksi-saksi dari kalangan pengusaha,” jelasnya.

Ditambahkannya, selama masa perawatan di RS Abdi Waluyo, Nurdin didampingi oleh dua orang anaknya dari Singapore dan adik dari Tanjung Balai Karimun. Pak Nurdin mengharapkan doa dari masyarakat Kepri agar bisa melalui proses hukumnya secara cepat dan berkeadilan. “Kami mohon doa, supaya proses hukum Pak Nurdin segera berlalu,” tutupnya. (jpg)