Jembatan II Dompak yang mulai keropos karena korosi terancam roboh dan akan segera diperbaiki. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari mengatakan lelang proyek perbaikan Jembatan II Dompak senilai Rp9 miliar menjadi prioritas pada bulan Januari 2020 ini. Menurutnya, saat ini sudah dilakukan lelang untuk konsultan pengawas kegiatan.

“Lelang kegiatan fisiknya, akan kita lakukan setelah adanya pemenang yang menjadi pengawas,” ujar Rodi Yantari, Jumat (17/1) di Tanjungpinang.

Menurut Rodi, pihaknya sudah menyiapkan administrasi untuk pengajuan lelang fisik kegiatan pemeliharaan berkala Jembatan II Dompak tersebut. Bahkan rencana pekerjaan itu sudah tayang di Sistem Rencana Umum Pekerjaan (SIRUP) Pemerintah Provinsi Kepri. Disebutkannya, Detail Engineering Design (DED) juga sudah dituntaskan lewat APBD Perubahan TA 2019 lalu.

“Karena persoalan teknis, kegiatannya batal kita lakukan di APBD Perubahan 2019 lalu. Target kami, pada Februari perbaikan kerusakan sudah dilakukan,” jelas Rodi.

Mantan Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Air, Dinas PUPP Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, Anggaran perbaikan awal di APBD Perubahan 2019 sebesar Rp6,6 miliar. Namun karena batal, alokasinya ditambah menjadi Rp9 miliar di APBD TA 2020. Sehingga dengan alokasi itu, pihaknya fokus pada pekerjaan-pekerjaan berat saja.

Lebih lanjut katanya, berdasarkan Detail Engineering Design (DED), struktur Jembatan II Dompak akan diperkuat lagi. Meskipun masih menggunakan baja, tetapi akan ada tulang dan ditambah dengan beton. Ditegaskannya, dengan sistem itu nanti, Jembatan II Dompak, Tanjungpinang konstruksi sudah beton. Sehingga tidak khawatir dengan korosi yang terjadi.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan, Rodi Yantari. F.Jailani / Batam Pos

“Kalau hanya memperbaiki tiang baja yang rusak dengan sistem sambung, tentu persoalan lama akan terulang kembali. Sehingga lebih baik kita perkuat dengan tulang dan beton yang dibungkus didalam baja,” papar Rodi.

Ditambahkan Rodi, menyiasati terbatasnya anggaran, pekerjaan lanjutan akan dilakukan pada 2021 mendatang. Meskipun demikian, pada 2020 pihaknya fokus untuk memperkuat struktur tiang jembatan. Sehingga mempercepat untuk membuka akses bagi aktivitas masyarakat yang melintas di Jembatan II Dompak, Tanjungpinang.

“Setelah perbaikan nanti, kita juga akan melakukan pengujian melalui Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan),” tutup Rodi Yantari.

Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan hasil investigasi Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Jembatan II Dompak memiliki 192 tiang. Dari jumlah tersebut, 51 tiang dinyatakan keropos parah, empat tiang sudah putus, dan 137 tiang sudah mengalami korosi. Selain itu, konstruksi Jembatan juga memilki pondasi pilar sebanyak 40 tiang. Namun kondisi keseluruhan struktutur tiang jembatan sudah mengalami korosi. Masih dari kajian Pusjatan, perbaikkan kerusakkan Jembatan memerlukan waktu lebih kurang 200 hari kerja.

“Pemprov harus bergerak cepat tentunya untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur tersebut. Jangan sampai, Jembatan II Dompak, Tanjungpinang roboh sebelum sempat diperbaiki,” ujar Irwansyah, mantan Legislator DPRD Batam tersebut. (jpg)