Turis yang masuk melalui Pelabuhan SBP diperiksa menggunakan termo scaner, Rabu (22/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Terkait dua orang Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok diduga terpapar virus Corona saat datang ke Bintan melalui Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tabjungpinang terus meningkatkan pengawasan di pintu masuk internasional.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang, Nolita Sephana mengatakan tanggal 20 Januari 2020 pihaknya mendapat isu dari rumah sakit Kijang tentang dua orang WNA yang diduga terkena virus Corona.

“Kemudian kita laporkan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan sebagai pihak yang mempunyai wewenang,” Kata Nolita, saat wawancara di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rabu (22/1).

Dijelaskan Nolita, menurut laporan dari pemandu wisata, dua orang yang diduga tersebut merupakan seorang perempuan berusia 35 tahun dan anaknya yang berusia 4 tahun.

“Wisatawan tersebut kebetulan berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, dan diketahui bersama bahwa tempat Wuhan ini sedang menjadi perhatian kasus itu,” ujarnya.

Disampaikan Nolita bahwa yang pertama mengetahui adalah, tour guide atau pemandu wisata dari turis tersebut dan juga mengetahuin kasus di Wuhan tersebut.

Kasi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kelas II Tanjungpinang, Nolita Sephana sedang menjelaskan cara kerja termo scaner di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Rabu (22/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Ada wisatawan yang dipandu minta antar kerumah sakit karena ada keluhan demam, dan ditangani pihak Rumah Sakit Kijang,” ucapnya.

Selanjutnya pemandu wisata itu memberi tahu kepada Dinkes Bintan dan KKP, sedangkan untuk penanganannya, Nolita mengatakan seperti orang demam seperti biasanya, serta pemeriksaan lanjutan sebagai klarifikasi apakah kaaus itu berkaitan dengan Pneunomia dari Wuhan atau tidak.

“Pemeriksaan itu butuh waktu sampai sekarang belum diketahui hasilnya, sampai sekarang masih penyelidikan, dan tetap memantau perkembangan kesehatan dua orang WNA tersebu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, atas kejadian itu tentunya meningkat pengawasan di wilayah kerjanya, seperti pemeriksaan melalui termo scaner, memperhatikan suhu tubuh, jika suhu tubuhnya lebih dari 38 derjat celcius maka akan muncul alarm kemudian petugas akan melakukan pemeriksaan selanjutnya.

“Semua penumpang yang lewat di sini akan diperiksa,” sebutnya.

Saat ini KKP Kelas II Tanjungpinang membawahi 11 wilayah kerja, yang tersebar di Lingga, Tanjungpinang, Bintan, Anambas, dan Natuna.

“Kami awasi Pelabuhan dan Bandara,” tutupnya. (cr2)