Pemaparan materi terkit uji coba penggunaan drone di landasan pacu bandara, Kamis (23/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Vice President of Corporate Safety Management, Jaya Tahoma Sirait mengatakan Angkasa Pura II sebagai pengelola 19 bandara di Indonesia, harus mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0 yang menuntut adanya inovasi dalam proses bisnis dan Angkasa Pura II mempunyai program yang disebut smart airport.

“Berarti menyangkut penggunaan data digital dalam operasional maupun, pelayanan bandara,” kata Jaya saat waancara di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (23/1).

Jaya menjelaskan, salah satu alat yang membantu pemeriksaan untuk memastikan fasilitas bandara yang menjamin keselamatan penerbangan adalah menggunakan teknologi drone untuk memeriksa landas pacu, maupun fasilitas lain yang berasa di sisi udara.

“Dengan data digital bisa diolah untuk memastikan keselamatan penerbangan,” paparnya.

Jaya menerangkan, drone adalah alat bantu pertama digunakan di bandara bahkan di Indonesia, karena drone sudah sering digunakan untuk kepentingan bisnis lainnya, lalu kenapa tidak dicoba digunakan di bandara ?.

“Di Indonesia terdapat 200 lebih bandara, jika drone dapat membantu pekerjaan di bandara, akan sangat memudahkan untuk ke depannya,” ungkapnya.

Dari diskusi yang diadakan Jaya mengatakan, semua stakeholder yang ada di bandara dan sekitarnya mendukung dan berharap segera bisa direalisasikan.

Pemaparan materi terkit uji coba penggunaan drone di landasan pacu bandara, Kamis (23/1). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Drone itu sebenarnya alat untuk menerbangkan yang lebih penting adalah kamera yang bisa mendeteksi berbagai jenis hal yang dapat menganggu proses penerbangan, seperti adanya hewan, tumpahan minyak, genangan air, dan benda berbahaya lainnya,” tambahnya.

Kemudian yang paling penting adanya dukungan berupa aturan penggunan drone di bandara, karena saat ini tidak bisa digunakan di bandara secara bebas.

“Dengan perkembangan teknologi dan pembuatan prosedur penerbangan drone di bandara itu tidak jadi masalah,” tambahnya.

Sementara Itu Executive General Manager Bandara Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Muhammad Wahid Jumadi mengatakan pelaksanaan uji coba drone tersebut sudah berlangsung hampir satu pekan di Hotel CK Tanjungpiang, sehingga referesi yag didapatkan dari uji coba tersebut layak dioperasikan di Bandara RHF.

“Ini dapat membantu kami di bandara, kalau selama ini inpeksi langsung dilakukan personel kami di landasan, dengan drone ini cukup dari jauh saja,” kata Jumadi.

Ke depannya akan digunakan teknologi yang lebih bagus untuk mendeteksi lebih awal landasan-landasan yang rusak. (cr2)