Terlihat wisatawan yang datang ke Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva atau sering disebut patung seribu tidak hanya masyarakat lokal tapi juga diramaikan wisman dari Singapura dan Malaysia, Minggu (26/1) Kemarin. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Mengisi hari libur yang bertepatan dengan libur Imlek tahun 2751, berkunjung ke Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva atau sering disebut patung seribu menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat.

Pantauan Batam Pos, tidak hanya wisatawan lokal, wisata budaya Tionghoa itu juga diramaikan oleh wisatawan mancanegara yang datang dari Singapura dan Malaysia.

Petugas penjual tiket, Ari, 36, mengatakan pada bertepatan dengan akhir minggu dan libur imlek wisata patung seribu ramai dikunjungi oleh wisatawan, jumlahnya meningkat 100 persen dibanding hari biasa.

“Hari ini sekitar 1.000 orang yang datang ke sini, pada hari libur biasa palingan 500 orang saja,” kata Ari saat diwawancara Batam Pos.

Terlihat wisatawan yang datang ke Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva atau sering disebut patung seribu tidak hanya masyarakat lokal tapi juga diramaikan wisman dari Singapura dan Malaysia, Minggu (26/1) Kemarin. F.Peri Irawan / Batam Pos

Ari mengatakan, kunjungan dari wisman saat itu juga meningkat, dimana pada hari libur biasa wisman yang datang sekitar 50-70 orang, namun saat itu jumlah kunjungan wisman juga meningkat mencapai 200-250 orang.

“Hari ini wisman ramai sekitar 200 orang lebih,” katanya.

Meski demikian, wisatawan yang datang pada hari itu tetap diramaikan oleh wisawatan lokal, dari Kijang, Bintan dan Tanjungpinang sekitarnya.

“Tetap ramai dari wisatawan lokal,” tuturnya.

Terlihat wisatawan yang datang ke Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva atau sering disebut patung seribu tidak hanya masyarakat lokal tapi juga diramaikan wisman dari Singapura dan Malaysia, Minggu (26/1) Kemarin. F.Peri Irawan / Batam Pos

Selain itu pada hari libur wisata patung seribu ditutup pukul 17.30 WIB, lebih lama sekitar 30 menit dibanding hari biasa yang tutup pada pukul 17.00 WIB.

“Weekend memang ditutup lebih lama jam 5.30 WIB,” ucapnya.

Sedangkan untuk tiket masuk tidak ada kenaikan, saat ini cukup membayar Rp 5 ribu per orang sudah bisa menyaksikan patung-patung yang terbuat dari batu ukir tersebut.

Sementara itu, salah seorang wisatawan lokal yang berasal dari Batam, Bed Suhendra, 25, sengaja datang ke wisata patung seribu untuk melihat secara langsung karena selama ini hanya melihat cagar budaya itu melalui media sosial Instagram.

Terlihat wisatawan yang datang ke Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva atau sering disebut patung seribu tidak hanya masyarakat lokal tapi juga diramaikan wisman dari Singapura dan Malaysia, Minggu (26/1) Kemarin. F.Peri Irawan / Batam Pos

“Sengaja datang bersama teman saya yang sudah lama tinggal di Tanjungpinang,” tutur Hendra usai berfoto pada salah satu patung di lokasi itu.

Hendra terkagung melihat patung-patung yang berdiri tegap tersebut, selain jumlahnya yang banyak lokasi wisata yang bersih dan pengelolaan yang baik juga menjadi nilai positif untuk wisata budaya itu.

“Tempatnya bersih, pengelolaan oleh petugas juga bagus,” tambahnya. (cr2)