Pengerjaan Proyek Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang saat ini masih terus digesa, Minggu (2/2). F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Evaluasi tekait pencapaian Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto selama menjabat pada tahun 2019 sudah mencapai 98 persen dari seluruh kegiatan.

Pencapaian dilihat dari hasil kegiatan yang sudah ditentukan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sepanjang perjalanan itu yang menjadi perhatian Isdianto adalah sistem pelelangan proyek yang terlambat yang berdampak pada penyelesaian pengerjaan suatu proyek.

Isdianto mengatakan saat ini pada tahun 2020 setiap rapat bersama Kepala OPD selalu mengingatkan agar tidak ada lagi pelelangan proyek yang terlambat dan proyek yang tidak selesai.

“Saya selalu nyinyir dan sampaikan bahwa saya tidak mau lagi terjadi keterlambatan pelelangan,”kata Isdianto, Minggu (2/2).

Pengerjaan Proyek Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang saat ini masih terus digesa, Minggu (2/2). F.Peri Irawan / Batam Pos.

Isdianto mengatakan saat ini terus mengikuti perkembangan proyek yang ada, paling lambat pelelangan proyek yang ada di Kepri pada bulan Maret atau paling lambat April semua pelelangan harus selesai, sebab jika lebih cepat akan lebih mudah diawasi.

“Sebelumnya banyak pelelangan proyek yang mepet, contoh waktu pengerjaan selama enam bulan, namun pelelangan baru terjadi di bulan Juli sehingga penyelesaian jelas telat satu bulan,”ujarnya.

Kata Isdianto pengerjaan proyek itu harus dihitung mulai dari hari hingga bulannya, sebab setiap bulan pengerjaan proyek tidak sama terkadang terjadi musim hujan yang dapat menghambat pengerjaan.

Pengerjaan Proyek Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang saat ini masih terus digesa, Minggu (2/2). F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Pada tahun 2020 akan diupayakaan tidak ada lagi pekerjaan proyek yang tidak selesai atau pekerjaan yang membutuhkan tambahan waktu,” sebutnya.

Isdianto menyebutkan jika pengerjaan proyek yang terburu-buru akan berdampak pada kualitas dari proyek yang dikerjakan.

“Pasti tidak maksimal jika pengerjaan buru-buru, contohnya pengerjaan jembatan yang terburu-buru hasilnya belum sampai satu tahun semenya sudah lepas, ini yang tidak kami inginkan,” ungkapnya. (cr2)