Gedung PN Tanjungpinang di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Salah seorang terdakwa perampokan nasabah bank yakni Rusdi, membantah keterangan saksi dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (5/1).

Dalam persidangan, saksi dari kepolisian yakni Sukoi dan Lanjar menerangkan, saat akan melakukan penangkapan, terdakwa sempat melarikan diri dan membuang tas ransel yang berisikan uang. Menurut saksi, ia tidak mengetahui dimana terdakwa membuang tas tersebut, sebab bukan ia yang melakukan penangkapan terhadap Rusdi. Saksi hanya menangkap rekan terdakwa yakni Wahyuni.

“Tas ransel hanya tiga yang ditemukan, tas ransel Rusdi yang dibawanya hilang yang mulia, kami melakukan pencarian juga tidak ditemukan. Saya melihat terdakwa setelah ditangkap, “kata saksi.

Masih dalam persidangan, terdakwa membantah keterangan saksi kepolisian yang menyatakan, saat penangkapan terdakwa telah membuang tas ransel berisi uang hasil perampokan senilai Rp 55 juta. Menurutnya saat ditangkap, tas ransel juga ikut diamankan di Mapolres Tanjungpinang.

“Tidak benar yang mulia, saat saya ditangkap, tas ransel saya masih ada dan saat saya dibawa ke kantor polisi tas itu juga masih ada, “akunya kepada majelis hakim.

Setelah mendengar tanggapan terdakwa atas keterangan saksi, majelis hakim merasa heran atas raibnya tas ransel berisi uang puluhan juta tersebut. Untuk itu, majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menghadirkan saksi kepolisian yang menangkap terdakwa Rusdi.

Seperti diketahui, Satreskrim Polres Tanjungpinang membekuk komplotan perampok nasabah bank di kawasan Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya Batu 16, Bintan, pada November 2019 lalu.

Empat pelaku yakni Rusdi, Teguh, Wahyuni dan Marsuk yang berhasil menggasak uang nasabah sebesar Rp 215 juta tersebut, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Namun saat penangkapan, pihak kepolisian hanya mengamankan uang rampok sebesar Rp 155 juta. (odi)