Bekas perbaikan pipa PDAM di Batu 7 yang ditutupi plat besi, Selasa (11/2). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Terkait kondisi jalan di Tanjungpinang yang digali kemudian ditutup menggunakan plat besi oleh pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) saat perbaikan pipa bocor, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan hal itu sudah sesuai prosedur pihak pengelola PDAM.

“Prosedur mereka untuk melihat apakah pipa yang bocor dan diperbaiki itu sudah berfungsi secara baik, “kata Zulhidayat, Selasa (11/2).

Penutupan jalan menggunakan plat besi kerap dikeluhkan warga karena suara yang ditimbulkan saat terlindas kendaraan yang lewat.

Kata Zulhidayat tidak boleh jika selesai memperbaiki kemudian langsung diaspal, jika sambungan sudah berfungsi seperti semula akan dilakukan penimbunan dan pengaspalan kembali.

“Setelah SOP (Standar Operasional Prosedur) dilakukan kami koordinasikan supaya ditimbun seperti semula, “ujarnya.

Bekas perbaikan pipa PDAM di Batu 7 yang ditutupi plat besi, Selasa (11/2). F.Peri Irawan / Batam Pos

Kemudian jangka waktu untuk mantau pipa bocor itu berfungsi seperti semula, Zulhidayat mengaku tidak mengetahui secara teknis, sebab pihak yang bersangkutan akan lebih memahami.

“Secara teknis orang PDAM akan lebih paham jangka waktunya, “sebutnya.

Pada dasarnya, dinas PUPR tetap menghormati SOP dari PDAM, namun jika terlalu lama juga tidak baik.

Selain itu, lanjut Zulhidayat tahun 2020 ini dana swakelola untuk perbaikan jalan yang rusak dan berlubang tidak sampai Rp 1 miliar.

“Sekitar Rp 900 jutaan, itu untuk perbaikan yang harus segera dilakukan, “tambahnya. (cr2)