Gedung PN Tanjungpinang di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Dua terdakwa pengedar uang palsu (upal), Agusri dan Abdul Aziz dituntut 18 bukan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (11/2).

Dalam tuntutannya, JPU Zaldi Akri menyatakan, dua terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah menyimpan rupiah palsu secara fisik dengan cara apapun yang diketahuinya.

Perbuatan dua terdakwa melanggar pasal pasal 36 ayat 2 Undang undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. “Menuntut terdakwa satu tahun enam bulan penjara, “kata JPU.

Mendengar tuntutan JPU, Hakim Ketua, Jhonson Sirait menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Sebelumnya diketahui, Polsek Tanjungpinang Barat meringkus dua pengedar uang palsu (upal) di kawasan Jalan Haji Agus Salim Tanjungpinang Barat, Sabtu (31/8) dinihari. Saat penangkapan, polisi menyita lima lembar upal pecahan Rp 50 ribu dari tangan pelaku.

Awalnya Abdul Aziz belanja makanan ringan menggunakan satu lembar upal Rp 50 ribu di salah satu warung di Jalan Agus Salim sekitar pukul 01.00 WIB. Pemilik warung yang merasa curiga uang tersebut palsu, langsung menahan pelaku dan melapor ke pihak berwajib.

Mendapat laporan, petugas polisi bergerak dan mengamankan Abdul Aziz di lokasi. Saat penggeledahan, petugas menemukan lima lembar upal di saku pelaku. Dari hasil pemeriksaan, Abdul Aziz mengaku mendapatkan uang tersebut dari Agusri. Sementara Agusri mengaku mendapatkan upal dari IF yang saat ini jadi buronan polisi. (odi)