Terlihat para PKL masih berjualan di sekitaran Laman Boenda Tepi Laut Tanjungpinang, Selasa (11/2). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Usai diminta pindah ke Melayu Square, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di Laman Boenda Tepi Laut Tanjungpinang saat ini masih berjualan di lokasi tersebut.

Sebanyak 38 PKL sudah diminta untuk mendaftar pada pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bisa menempati lokasi baru di Melayu Square. Namun hingga saat ini para PKL enggan pindah, sebab di tempat yang baru sepi pengunjung.

Direksi BUMD Tanjungpinang, Irwandi mengatakan hingga saat ini belum ada PKL yang mendaftar untuk pindah berjualan ke Melayu Square, jika sudah mendaftar silahkan masuk ke lokasi baru tersebut.

“Sampai saat ini belum ada yang mendaftar, kami kan hanya penerima saja, “kata Irwandi, Selasa (11/2).

Kata Irwandi, pihaknya sudah menyiapkan tempat baru di Melayu Square untuk para pedagang dan digratiskan selama satu bulan pertama.

“Kami sudah menyiapkan tempat buat mereka, tinggal jualan saja, “janjinya.

Irwandi mengaku, tidak tahu alasan para PKL belum ada yang mendaftarkan diri untuk menempati lokasi baru itu.

Sementara itu salah seorang PKL yang menjual martabak di Laman Boenda, Zainab mengatakan enggan pindah dan tidak mau berjualan di Melayu Square karena sepi pengunjung.

“Sepi di sana, belum lagi pedagang yang sudah lama berjualan di sana apakah menerima atau tidak, “kata Zainab saat diwawancara Batam Pos.

Menurutnya harus ada hal baru yang disiapkan pihaK BUMD sebelum memindahkan para PKL ke tempat baru itu, haru ada inovasi baru agar memiliki daya tarik bagi pengunjung.

“Maunya mereka membuat inovasilah supaya di sana ramai, “harapnya.

Selain itu, senada dengan PKL lainnya Mila mengaku belum sanggup untuk pindah ke Melayu Square mengingat lokasi itu tidak terlalu diminati dan sepi pengunjung, sehingga takut rugi.

“Tekor kami nanti, apalagi per bulan harus bayar Rp 60 ribu, “sebutnya.

Mila mengatakan, disaat Pemko melarang PKL berjualan di Laman Boenda beberapa waktu lalu, tempat itu seperti mati suri, malahan diramaikan oleh anak muda yang berpacaran.

“Kemarin kami pernah tidak jualan di sini beberapa hari, suasananya sepi sekali. Malah kebanyakan anak muda pacaran, kalau kami jualan kan bisa awasi mereka, “tambahnya. (cr2)