Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Polres Tanjungpinang melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) memeriksa anggota polisi yang melakukan penangkapan pelaku perampokan nasabah bank.

Pemeriksaan dilakukan terkait raibnya uang hasil perampokan sebesar Rp55 juta. Barang bukti tersebut dinyatakan tercecer dan hilang saat penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian pada November 2019 lalu.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal mengatakan, sebagai pimpinan, ia bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Pihaknya berjanji akan menyampaikan hasil investigasi dan pemeriksaan ke publik. Jika ada pelanggaran kode etik, akan diberi sanksi tegas sesuai peraturan.

“Kami tidak akan menutupi. Jika ada penyimpangan, tentu akan diberi sanksi tegas, “jelasnya.

Selain itu, tim investigasi juga menggelar rekontruksi penangkapan dengan melibatkan empat pelaku perampokan dan anggota polisi yang melakukan penangkapan. Hal ini guna mencari fakta-fakta baru terkait hilangnya barang bukti.

“Hasilnya nanti akan kami sampaikan, “kata Iqbal.

Investigasi berawal dari terungkapnya fakta di persidangan empat terdakwa kasus perampokan nasabah bank. Salah seorang terdakwa yakni Rusdi dihadapan majelis hakim mengaku, saat penangkapan dirinya, ia tidak pernah membuang tas ransel berisi uang Rp 55 juta hasil perampokan. Menurutnya, saat dirinya tertangkap, uang tersebut ikut diamankan di Mapolres Tanjungpinang.

Masih dari fakta persidangan, dua saksi dari kepolisian menyatakan, saat akan melakukan penangkapan, Rusdi sempat melarikan diri dan membuang tas ransel yang berisikan uang.

Menurut saksi, ia tidak mengetahui di mana terdakwa membuang tas tersebut, sebab bukan saksi yang melakukan penangkapan terhadap Rusdi. Namun yang menangkap Rusdi adalah rekan saksi.

Dihadapan hakim, saksi mengaku hanya menangkap pelaku lainnya yakni Wahyuni.

Seperti diketahui, Satreskrim Polres Tanjungpinang membekuk komplotan perampok nasabah bank di kawasan Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya Batu 16, Bintan, pada November 2019 lalu. Empat pelaku yakni Rusdi, Teguh, Wahyuni dan Marsuk yang berhasil menggasak uang nasabah sebesar Rp 215 juta tersebut, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Namun saat penangkapan, pihak kepolisian hanya mengamankan uang rampok sebesar Rp 155 juta dan menyatakan sisa uang yang tercecer masih dalam pencarian. (odi)