Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini menyerahkan Piagam Penghargaan ke Kejari Tanjungpinang, Ahelya Abustam dalam Koordinasi pembentukan Sentra Gakkumdu dalam Pilgub tahun 2020, Kamis, (13/2). F.Bawaslu untuk Batam Pos

PRO PINANG – Upaya mensukses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang gelar rapat koordinasi untuk memperkuat kelembagaan bersama Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini menjelaskan, kunjungan itu sekaligus persiapan pembentukan kembali Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk Pilkada Kepri Tahun 2020, yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. Beberapa waktu lalu kata Zaini, Bawaslu juga melakukan kunjungan silaturahim dengan Polres Tanjungpinang.

“Kami telah bersurat dengan Kejaksaan dan Kepolisian untuk permintaan personil yang akan bertugas di Sentra Gakkumdu, insyaAllah tanggal 14 Februari 2020 sudah terbentuk Sentra Gakkumdu, “kata Zaini, Kamis (13/2).

Zaini melanjutkan eksistensi Sentra Gakkumdu sangat penting dalam penanganan dan penindakan terhadap berbagai dugaan pelanggaran pidana dalam Pilkada. Kewenangannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

“Kehadiran Sentra Gakkumdu berperan sebagai upaya penegakan aturan dan keadilan Pemilu, namun tetap berupaya dalam mengedepankan dan melakukan strategi pencegahan terhadap berbagai potensi dugaan pelanggaran, “ujarnya.

Sementara itu, senada dengan Komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah menyampaikan pada Pemilu tahun 2019 terdapat 12 dugaan pelanggaran yang telah ditangani oleh Sentra Gakkumdu.

“Lima perkara putus hingga di Pengadilan Negeri Kota Tanjungpinang, dan tujuh perkara selesai dipembahasan kedua Sentra Gakkumdu, “ungkap Maryamah.

Kepala Kejaksaan Negeri, Ahelya Abustam, menyambut baik kunjungan Bawaslu, pihaknya selalu siap bersinergi dan memperkuat peran Sentra Gakkumdu dalam menangani berbagai tindak Pidana dalam Pilkada 2020.

“Kerjasama dan koordinasi yang telah terjalin dengan baik, akan kami perkuat dan tingkatkan dalam penanganan berbagai dugaan pelanggaran, sehingga Pilkada berlangsung secara adil dan demokratis, “tambah Aheliya. (cr2)